Busan and Seoul for Summer


Hello, Busan!
First time in Busan. Mendarat di Gimhae Int’ Airport, cukup naik limousine bus. Harganya memang lebih mahal daripada subway. Tapi dengan naik limousine bus ini, kami tidak perlu transit dan geret-geret naik turun subway station. Tinggal duduk manis sampai di Seomyeon Lotte Hotel bus stop, lalu jalan kaki 5 menit ke Hansol Polaris (Airbnb) tempat kami menginap. Dari bus stop pas celingak celinguk sudah kelihatan gedung Hansol Polaris yang menjulang tinggi.

Limousine Bus *Domestic/International Terminal 1st Floor Bus Stop 2* (6,000Won- 35min)
Rute:
International Terminal – Domestic Terminal-Baek Hospital Sageori – Gaya Homeplus – Gaya Hyundae Apt- Seomyeon Lotte Hotel-…

Selama di sana apps yang digunakan adalah Naver Map yang memiliki rute by bus/subway/kendaraan pribadi/ataupun jalan kaki. It works really well. Mau ke mana-mana tinggal buka Naver Map saja.

Dan baru tahu info cara naik bus di Busan. Kalau di Seoul kan kita naik dan turun tap T-Money. Di sini, ternyata tidak perlu tap saat turun bus. Kecuali kalau kita mau transit. Misalnya kita naik bus 111 dari stop 1 lalu turun di stop 2 (hanya transit) untuk pindah naik bus 122. Maka kita bisa dapat diskon. Saya kurang ingat berapa perhitungan diskonnya dan masa waktu transitnya. Tapi ada infonya di web resmi mereka.

 

DAY 1: Rabu, 13 June

TAEJONGDAE
Look for the Bus Stop for Bus No. 88 nearest you. Alight at the last stop in front of Taejongdae.
Walk from Hansol Polaris 12 min 779m
Board: Seomyeon Stop 05-240
Take Bus: 66 or 88A
Arrive at Taejongdae Ocheon. Continue walking 7 min 455m

The bus journey ifself is around 55-60 minutes and the bus should come every 10 minutes.

Di sana ada yang namanya Danubi Train, si kereta lucu yang bisa mengantar kita keliling area Taejongdae. Jadi nggak usah susah-susah memaksakan diri jalan kaki.

Danubi Train Course (Individuals: Adults 3,000 won). Beli di loket yang tersedia.

taejongdae

Lighthouse

HAEUNDAE
Walk from Taejongdae 6 min 432m
Board: Garage Stop 04-024
Take Bus: 101
Get off and Board from: Jungangdong (Jungang) 01-041
Take Bus: 1003
Arrive at Haeundae Beach Stop. Continue walking 3 min 195m.

Pantainya sendiri sebenarnya biasa. Hanya saja di Haeundae ini banyak resto-resto yang bisa dicoba.

CAFFE CUOIANO
Jeonpo exit 8 go straight, Toyoko Inn Busan Seomyeon on the left, but we turn right
Tiramisunya enak. Jadi inget pas jalan kaki di sini, nemuin credit card yang jatoh di trotoar. Ntah apakah ditemukan pemiliknya atau diambil orang lain, yang jelas sih pas balik tiba-tiba udah nggak ada tuh credit card.
Di Jeonpo ini juga ada Jeonpo Cafe Street yang cocok untuk kalian yang suka mengunjungi cafe-cafe mungil nan cantik.

 

DAY 2: Kamis, 14 Juni

GAMCHEON CULTURAL VILLAGE
From Toseong Station, kita bisa naik local bus tapi katanya sering penuh jadi kalau mau lebih nyaman dan mengejar waktu bisa naik taxi. From Toseong Subway Station continue by taxi. The taxi fare is around 3,300 won. Taxi drivernya ngebut bo! Pengalaman baru nih naik taksi di sini. Btw, siap-siap ngantri foto sama si Little Prince ya.

terciduk.jpg

Terciduk

Di sini kalian bisa beli peta mural map seharga 2,000 won.

JAGALCHI FISH MARKET
Jagalchi Station (110), Exit 10

GUKJE MARKET / BIFF SQUARE STREET FOOD
Jagalchi Station Exit 7

NAMPODONG UNDERGROUND SHOPPING CENTER
Jagalchi Station Exit 8

GWANGBOKDONG Cultural & Fashion Street
Nampo Station (Busan subway line 111), Exit 1

YONGDUSAN PARK
Nampo-dong Station (Busan Subway Line 111), Exit 1

ROOF AND
Near main entrance Yongdusan Park (Cont Hotel 8th floor)

Tempat-tempat di atas berdekatan semua dan bisa sekaligus dikunjungi bersamaan. Tinggal cari direction di Naver Map. Untuk Jagalchi, Gukje Market, dan BIFF Square sih kami hanya numpang lewat saja. Nampodong juga ternyata fashionnya rada kurang oke ya. K-stylenya kurang deh. Jadi kami skip dan menuju Gwangbokdong yakni area Myeongdongnya Busan. Di sini memang mirip Myeongdong karena banyak toko-toko kosmetik seperti Etude, Nature Republic, Skin Food, dan lainnya. Selain itu ada Fila juga.

GWANGALLI BEACH
Memang kami sudah mengincar foto-foto malam di sini. Bad news saat lagi foto-foto, air ombak menerpa. Sepatuku basaaaahhhh fyuuhh..

gwang

Gwangandaegyo Bridge

DAY 3: Jumat, 15 Juni

KTX Busan to Seoul

Untungnya berangkatnya siang. Jadi punya waktu tidur dan packing yang cukup. Nggak buru-buru. KTX 128 Busan – Seoul (59,800Won)

Kalau bawa koper besar, carilah subway station yang punya eskalator atau lift. Seperti Seomyeon Station Exit 8/9 seingat saya sih kami lewat sana.

Sampai di Hongdae tempat kami menginap untuk menitipkan koper terlebih dahulu.

Setelah itu, kami belanja makanan di E-Mart yang ada di Yeongdeungpo Branch (Times Square) B2F/B1F. Note: E-mart closed on 2nd 4th Sunday.

E-Mart
Yeongdeungpo Station

Kami cukup lama berkutat di sana. Belanjaan makanan pun semakin menggunung. Dan bodohnya kami meletakkan semua belanjaan dalam satu dus besar. Jadi pas mau diangkat, itu dus berat banget. Harusnya kami pisah jadi dua dus kecil saja. Gara-gara ini, kami naik taksi untuk pulang ke Hongdae. Sekitar 7,000 Won.

Dannnn saat balik ke apartemen, ternyata host belum selesai bersih-bersih padahal sudah jam 5 lewat dan checkin time seharusnya jam 4 sore. Bikin BT kan. Tempatnya juga sempit. Kami ke sini karena faktor biaya dan lokasi dekat dengan exit 5 sih. Pertimbangannya exit 5 juga ada eskalator. Dari AREX jalan sedikit sudah ketemu exit 5. Dari exit 5 cuma jalan ke arah Seven Eleven, ikuti jalan ke arah gedung berbata merah, belok kanan.

EWHA
Ewha University Station
Mencari titipan lightstick di El Cube (Ktown4u) dan masker di Skinfood

DDP
Dongdaemun History and Cultural Park Station
Mencari titipan lightstick di El Cube (Ktown4u) dan masker di Tony Moly. Mampir di Migliore hanya sekedar muter-muter sebentar melihat-lihat baju.

 

DAY 4: Sabtu, 16 Juni

HANEUL PARK
Haneul Park ini bagian dari World Cup Park. Di Haneul Park terkenal Eulalia dan Cosmos Flowersnya. Lebih identik lagi kalau datang pas autumn kali ya karena saat summer eulalianya juga hijau tidak kuning kecoklatan.

jaga ladang.jpg

Jaga Ladang

World Cup Stadium Station (Seoul Subway Line 6), Exit 1. Kami pun mengikuti petunjuk dari blog yang kami baca. Follow the big road and turn left to cross the street at the 4-way intersection.
You’ll see the Haneul Park signage. Nah dari situ kami agak bingung dengan direction di blog. Untungnya ada Naver Map. Di sana ada info lokasi ticket counter admission 3,000 Won round trip Haneul Park. Nggak sanggup deh kalau jalan kaki. Mendingan bayar train.

TOKYO BINGSU MANGWONDONG

SIGOL BAPSANG ITAEWON

sigol.jpg

Nyammm

Banchan alias side dishnya sangat menarik untuk difoto. Lucu ya. Walaupun sedikit tapi variannya beranekaragam dan bikin kenyang juga kok.

NIGHT PHOTO around Cheonggyecheon Stream and Gwanghwamun.
Di malam minggu, Cheonggyecheon Stream ramai dengan night market dan di Gwanghwamun ternyata masih ada semacam peringatan Sewol Ferry accident.

gwanghwamun.jpg

Speednya > 15 detik ya dan tunggu sampai lampu hijau biar kelihatan cahaya kendaraan lewatnya

Ada beberapa orang lain yang juga hunting foto malam menghadap Gwanghwamun ini.

 

DAY 5: MINGGU, 17 JUNI

STARFIELD COEX Mall : Samseong Station (Seoul Subway Line 219), Exit 6. Follow the underground passageway connected to Starfield COEX Mall -> Located on floor B1-1F. Tahu kan tempat instagrammable cantik yang satu ini.

baca.jpg

Baca!

GANGNAM UNDERGROUND SHOPPING CENTER
Direction: Gangnam Station (Seoul Subway Line 222, Sinbundang Line), Exit 1 or 12.
Keliling-keliling nemuin tas dan celana di sini. Tapi untuk baju-baju kayaknya ga ada yang menarik di mata.
Oh ya di Gangnam ini juga ada Daiso.

DECIEM The Abnormal Beauty Company (Desiem)
The Ordinary
Direction: Sinsa Station Exit 8

NIGHT PHOTO around NAKSAN PARK
Pertamanya ke Ihwa Mural Village dulu. Tanjakannya astaganaga.Dari Hyehwa Station sebenarnya sudah tidak jauh lagi. Tapi tajakannya bikin ngos-ngosan. Saya lelaaahh. Langsung aja cus ke Naksan Park deh cari bangku duduk dulu. Setelah itu baru lanjut jalan lagi.

tripod.jpg

The Power of Tripod

DAY 6: SENIN, 18 JUNI

YONGMA LAND

Mangu Station Exit 1 lumayan jauh kalau jalan kaki. Jadi bisa naik taksi sekitar 3,000-4,000 Won. Entrancenya 5,000 Won. Tempat ini sepertinya cukup terkenal di kalangan lokal. Selain sudah jadi tempat lokasi pemotretan dan syuting, ajushi taxi driver juga bisa langsung tahu lokasi Yongma Land. Dia akan mengantar sampai ke jalan luar. Kita dikasih tahu jalan ke depan. Walaupun bahasa yang pas-pasan dan jurus kalimat “Saya bukan orang Korea/Hanguk saram anniyo” udah keluar, tetap saja ajushi ngajak ngobrol. Kurang lebih sih tahu ajushi nanyain oh dari negara mana? Pas dijawab Indonesia, dirinya kembali ngomong-ngomong pake Bahasa Korea. Teroooss terooss ajaaa wkwkwk.. Setelah itu kita masih harus jalan kaki lagi. Lagi-lagi dengan bantuan Naver Map. Kita sempat ragu karena kanan kiri pepohonan seperti hutan gitu. Tapi selang beberapa saat, kita sudah sampai. A tiny, failed, abandoned amusement park

carousell

Yongma Land

Jika di Busan, nemuin Credit Card. Di sini nemuin HP yang terbengkalai. Ckckck.. Sebelum pulang, kita balikin ke petugasnya.

MYEONGDONG
Keliling-keliling nemu juga baju yang kece buat dibeli. Makan di Yoogane dan foto-foto di STYLENANDA.

 

DAY 7: SELASA, 19 JUNI

05.28 first train from Hongik- Incheon (all stop train). Kirain bakal sepi karena masih pagi ternyata udah rame lho. Siap-siap cari tempat duduk biar nggak capek berdiri bawa koper.

 

Advertisements

Kia Ora from New Zealand


Yay, perjalanan ke New Zealand ini menjadi perjalanan pertama, sendirian ikut open trip, dan juga pengalaman skydive pertama.

Bucket list? Checked!
Ke sana ikut open trip. Dalam perjalanan 9 hari ini kita bakalan menjelajah north dan south island dalam waktu 9 hari. Awalnya sih tertarik karena banyak hari kejepit tanggalan merah. Diperkirakan cuma perlu cuti 4-5 hari. Tapi karena jadwal yang berubah ujung-ujungnya jadi cuti 7 hari deh. Kita naik Qantas dan transit di Sydney.
Kisah dibalik pembuatan E-Visa NZ bisa dilihat di sini
Kota pertama adalah Auckland. Yes! Kita mendarat di Auckland sore hari. Antrian custom yang panjang membuat kami kelar menjelang malam hari. Tahu sendiri lah customnya ketat. Saya sendiri membawa makanan instant yang dibungkus seal seperti mie gelas, sup instant, dan nasi instant. Serta membawa tripod (yes tripod pun saya declare karena benda yang dipakai di outdoor dan kemungkinan memiliki kontak dengan soil perlu dideclare). Obat-obatan juga di-declare baik obat bebas maupun resep dokter yang saya sertakan copy resepnya. Nyatanya petugas tidak terlalu mempermasalahkan bawaan saya karena makanan yang saya bawapun tidak mengandung daging segar, telur segar, dan sebagainya. Kalau cuma makanan instant seperti itu rasanya ingredientnya tidak dipermasalahkan karena bukan bahan makanan segar.
Okay kembali ke topik.
Day 1:
Simcard: 25
Makan: 12.5
Minum: 0.89
Total: 38.39
Menginap di Ibis Auckland Ellerslie, kamarnya cukup sempit kalau bawa koper gede. Karena hari sudah malam jadinya cuma numpang tidur saja di sini.
Day 2:
Skydive: 385
Bus: 3.5
Makan: 24
Train: 5.5
Convenience Store: 9.8
Total: 427.8
Besoknya siap untuk tandem skydive! Saya memilih operator GoskydiveNZ karena harganya yang kompetitif, pilihan paketnya yang cocok, dan yang asyik adalah kita bisa dipickup dari tempat kita menginap sesuai dengan jadwal skydive kita. Kalau beberapa operator lain ada yang pickup di meeting point mereka dan ada yang jadwal pickupnya sehari satu kali sehingga kita harus menyesuaikan jadwal mereka dengan jadwal kita tersebut.
skydive
How was it?
It was great! Ternyata tidak semenakutkan yang saya kira. Malahan IMHO lebih takut pas mau loncat bungee jumping. Mungkin karena faktor “loncat sendiri” saat bungee jumping. Sedangkan ini kan ada tandem instructor yang menemani kita. Sebelum loncat, kita sudah dibekali instruksi. Kepala hadap ke atas, kaki ditekuk, posisi tangan, dan sebagainya. Saat loncat yang saya rasakan hanyalah terpaan angin yang luar biasa. Mau teriak suaranya ga kedengeran bo! Soalnya ketutupan suara angin. Dihempas sekian detik barulah posisi kita bakalan normal lagi dan mulai fokus untuk menikmati pemandangan dari ketinggian.
Siangnya saya di drop off di Mt. Eden Summit. Dari sini foto-foto dengan latar view kota Auckland. Kita bisa melihat skytower dari Mt. Eden ini.
mteden
Selanjutnya saya sudah berencana berpetualang ke daerah Wynyard Quarter sampai malam hari. Biar bisa night photography. Gunakan Google Map untuk mencari halte bus terdekat ke tujuan berikutnya. Pengalaman naik bus yang menyenangkan. Tak masalah kalau tidak membeli kartu transportasi AT Hop Card, karena kita bisa bayar cash. Siapkan saja koin 3.5 NZD. Saya pun tinggal duduk manis sampai di Halte Britomart. Pencet bel kalau mau turun bus. Sambil memperhatikan penumpang bisa turun dari pintu depan dan belakang. Dari sana kembali menggunakan Google Map mengelilingi area tersebut. Dinner Fish and Chip di Crab Shack porsinya astaga.. Memang ya makanan di sini porsinya super deh. Two thumbs up! Nggak sanggup menghabiskan makanan sebanyak ini.
Menjelang malam, menuju Wynyard Quarter untuk mendapatkan view malam. Suasana sepi (baru hari pertama udah berasa sepinya dan semakin menjelajah NZ di keesokan harinya, semakin berasa pula slow life di NZ), angin 12 derajat semriwing, dan view pemandangan outdoor berlatarkan Sky Tower yang cantik tidak bisa kita rasakan di Jakarta.
wynyard.jpg
Oh ya, kembali dari Britomart Station ke Ibis Auckland Ellerslie yang termudah dengan kereta single ticket 5.5 NZD. Stop di Greenlane Station dan jalan kaki 5 menitan ke hotel. It’s quite easy. Keretanya juga sepii haha.. Padahal kalau commuter Jakarta jam segitu bakalan rame padet poooll. Oh ya, yang menarik di kereta ini. Saat tiba di pemberhentian kamu harus pencet tombol di pintu keluar agar pintunya terbuka. Semacam tombol buka tutup di lift. Jadi pintunya nggak otomatis terbuka. Kalau nggak ada penumpang ya pintunya tetap tertutup. Hmmm.. Berkelana sendirian tanpa ikut open trip seharian ini membuat saya merasakan public transportation mereka.
Day 3:
Makan: 18.5
Convenience Store: 2
Total: 20.5
 
Siangnya mampir ke One Tree Hill, Auckland. Selanjutnya perjalanan from Auckland to Rotorua, sekitar 3-4 jam perjalanan. Keliling-keliling cari makan, mengelilingi Lake Rotorua sampai puas, lalu ke motel, tak terasa ternyata sudah gelap. Sepiii..
Day 4:
Makan: 11
Convenience Store: 5.27
Total: 16.27
 
Hari ini perjalanan ke Mata Mata. Yup! Mau ke Hobitton asli made in NZ bukan Lembang ya. Sebelumnya kita sudah bayar 866.500 IDR ke pihak open trip. Jadi sampai sana tinggal ikut tur saja. Kita bakal dijelasin detail seputar tempat ini. Katanya dulu ada tim die hard fans Lord of the Rings yang datang mengelilingi lokasi-lokasi syuting LOTR dan saat ke Hobitton mereka bercosplay ria dengan kostum ala Hobbit.
hobbir.jpg
Balik dari Hobitton ada free time. Ada yang ikut optional Te Puia dinner 125 NZD tapi karena saya tidak tertarik jadi saya tidak ikutan. Lebih tertarik mengeksplor Kuirau Park sih. Soalnya ini geothermal park yang gratis dan pas lihat foto di jembatan dengan dihiasi asap-asap putih itu kayaknya keren dah. Eksplor sampai malam bo! Nggak suggest sih karena sudah gelap dan sepi kan bahaya. Ini gara-gara saya melihat kepulan asap kayaknya keren kalau night photography di sini. Haha..
kuirau.jpg
Kelar foto-foto, baru deh balik jalan kaki ke Union Victoria Motel. Oh ya mau review motelnya sendiri tua. Satu ruang cukup besar bisa memuat 5-6 orang dan ada dapurnya. Enak kan bisa masak-masak. Cuma karena sudah tua, jadi ada kesan kurang clean.
Day 5:
Toilet di Huka Falls: 0.5
Makan Burgerfuel: 7.5
Makan: 8.5
Total 16.5
 
Hari ini perjalanan ke Huka Falls dan Lake Taupo.
hukafalls.jpg
Serta numpang tidur di Willis Hotel Wellington. Kamarnya nyaman lho. Sayangnya cuma menginap semalam saja di sini karena pagi-pagi harus melanjutkan ke South Island.
 
Day 6:
Convenience Store: 8.75
Makan: 3.5
Subway Cookies: 1.1
Fergburger: 14.9
Oleh-oleh: 77.6
Total 105.85
Wellington to Queenstown by Jetstar menginap di Queenstown Village Apartment. Apartmentnya nyaman dan besar. Tentunya ada kitchen buat masak-masak cantik.
Mampir di Lake Wakatipu dan Lake Wanaka. Di Lake Wanaka rasanya kurang lengkap kalau belum menikmati si pohon ikonik satu ini. Walaupun harus menerjang angin kencang 20km/jam dan sempat oleng tertiup angin tapi demi sang pohon.
wanaka.jpg
Day 7:
Milford Sound: 150
Oleh-Oleh: 11
Total 161
Seharian menikmati pemandangan Milford Sound. Alias Halong Bay Vietnam kali ya. Beberapa kali kapal bergoyang ria tapi nggak bikin mabuk laut kok. Di sini sudah include transportasi PP, ferry, dan makan siang.
Day 8:
Oleh-oleh: 49.3
Makan: 7
Makan: 18
Total:74.3
Hello Christchurch! Eh sampai-sampai hari sudah sore. Soalnya perjalanan dari Queenstown ke Christchurch memang sekitar 6-7 jam ditambah mampir-mampir foto cantik di beberapa spot termasuk pinggir jalan Cromwell, Lake Pukaki, Lake Tekapo dan Church of the Good Shepherd. Berasa banget view yang cantik, air yang biru, dan gunung indah itu bagaikan healing theraphy. Btw.. Kalau slow life di sini cantik sih tapi bakalan bosen ga yaaaa…
We’re lucky to see this leftover Lupins yang mekarnya di musim panas. Secara udah musim gugur kirain ga bakalan ada Lupin lagi.
lupin.jpg
Sampai di Christchurch puas-puasin belanja dan siap kembali ke realita.
Day 9:
Kembali ke Jakarta dan menghadapi realita.
Oleh-oleh: 24.5
Tip: 50
Total: 74.5
Memang ya New Zealand itu rame dombanya haha.. Kalau mau slow life menikmati road trip dengan pemandangan indah bukit hijau, pegunungan, atau mampir di danau. Juara deh!
Untuk foto-foto narsis selengkapnya ada di @natbynatalia
Harap maklum kalau fotonya bagaikan photo studio dengan backdrop pemandangan cantik. Ini memang NZ pemandangannya secantik backdrop sih.

Keliling Kuala Lumpur dan Penang


Keliling Kuala Lumpur dan Penang dengan Uber!

Tahun 2017 pun ditutup dengan trip ke Malaysia. Ceritanya agak dadakan nih. Karena dibayarin ya sudah cabss.. Pakai acara perpanjang paspor dulu di Tubagus Angke lewat aplikasi antrian paspor. Untungnya dapat jadwal yang cocok tanpa menunggu terlalu lama.

Keliling dengan Uber adalah pengalaman pertama. Jika biasanya naik transportasi umum, keliling dengan Uber juga membawa pengalaman tersendiri.

Jadi karena pergi berempat, membawa orang tua, dan setelah melihat rute ternyata lebih hemat waktu menggunakan Uber, jadinya kami memutuskan untuk menggunakan moda ini untuk transportasi kami.

Rute perjalanan ditempuh dari CGK-KL (Promo KLM). Dari KLIA berpindah naik KLIA Ekspress menuju KLIA2. Hari sudah tengah malam saat tiba, agendanya beli simcard which is Tunetalk. Minta ampun deh makcik yang jaga counter kayak error gitu. Berkali-kali kebingungan menanyakan “Ini sudah belum ya?” “Ini tadi yang nomor berapa ya?” “Ini kenapa saldonya segini ya?” Laahh situ yang setting-in tapi bingung sendiri. Mana kita tahu.. Astaga! Setelah menguji kesabaran di antara rasa kantuk, kami akhirnya bisa menginap semalam di Capsule by Container Hotel di KLIA2 sambil menunggu flight ke Penang KL-Pen (Air Asia). Setelah subuh, kami bangun untuk mandi dan checkout. Menuju counter Air Asia Domestic lalu sarapan bubur dulu di KFC. Asli itu buburnya tawar pake banget. Udah coba diracik ini itu, nggak nafsu makan haha.. Buat ngisi perut doank biar nggak masuk angin.

Flight to Penang …………………..

22 Desember 2017. And finally we arrived! Untuk pertama kalinya ke sini. Rencananya akan menghabiskan waktu di Georgetown dengan keliling menikmati mural art dan wisata kuliner.

Setelah ambil bagasi, kami menuju ke luar dan pertama kalinya memesan Uber dengan Uber XL tentunya karena bawaan bagasi kami yang cukup banyak dan besar. Kami menginap di Maritime Suites.

Ayo, yang mau pakai Airbnb for the first time, bisa gunakan referral code aku:

http://www.airbnb.com/c/nnatalia34

Pengalaman berikutnya dengan Uber, it’s really simple. Tinggal pilih pick up point di depan Starbucks Maritime Suites, tanpa menunggu lama driver Uber akan tiba tanpa banyak tanya. Mereka bahkan nggak chat menanyakan posisi, pakai baju warna apa, mohon ditunggu, dan sebagainya. Tiba-tiba sudah datang aja. Hehe.. Beberapa kali sih memang sempat ada yang chat juga. Overall lancar!

Kalau naik Uber itu bisa ngobrol dan sharing dengan drivernya. Banyak yang cerita mulai dari seputar Penang, cerita orangtua dari Indonesia, keturunan Chinese tapi nggak bisa bicara Mandarin, dan ini itu.

Back to Maritime Suites. Tempatnya oke, apartmentnya luas, nyaman, hanya saja kekurangannya bakal rada berisik malam hari karena di bawah itu resto dan penuh dengan musik di malam hari. Mungkin karena stay di lantai 4 sehingga musiknya masih kedengaran. Kalau lantai atas bakalan lebih enak kali yaa..

Itinerary kami pertama adalah mengunjungi mural art. Penang is very famous for it’s mural art.

baisikal.jpg

Saya nak duduk basikal juga, awak maju sikit lah

Selain itu kami ke Goddess of Mercy Temple keren karena banyak burung beterbangan, jadinya berasa dramatis, Chew Jetty yang tidak terlalu luas keunikannya pada rumah-rumah penduduknya, dan Avatar Secret Garden. Sayang sekali untuk Avatar Secret Garden belum terlalu gelap jadi menunggu cukup lama sampai lampunya menyala. Datanglah after dark ke sini.

avatar.jpg

Tuh langitnya masih terang jadi kurang kontras dengan lampunya

Wisata kuliner di New Lane Hawker Center ternyata tempatnya tidak seluas yang saya bayangkan tapi cukup ramai dengan foodstall dengan makanan khas Malaysia dan Asia Tenggara sekitarnya.

Hari ke-2

23 Desember 2017. Makan asal laksa Air Itam, famous Theochew Chendul (yang antriannya panjang banget di pinggir jalan tapi cepat kok. Dan soal rasa sih biasa saja ternyata haha), dan mengunjungi Kek Lok Si Temple sebelum menuju ke Ferry menyeberang dan melanjutkan ke Kuala Lumpur naik ETS. Nah, hari ini kami keliling naik UberXL dengan sistem seharian pakai fare. Jadi nggak perlu geret-geret koper naik turun setiap tempat.

 

charkwetiau

Yang paling enak si Char Kwetiaunya sihhh

 

Kalau berangkatnya pakai pesawat, maka pulangnya kami ingin mencoba naik kereta haha.. Sekitar 4 juam dari Butterworth Station. Caranya pertama menyeberang dulu naik Ferry dari Penang Islandnya ke Butterworth. Sekitar 15 menitan kok. Dari Butterworth nanti kita akan naik shuttle bus ke Butterworth Station. Dari sana tanyalah orang di mana menunggu kereta untuk naik ETS. Sebelumnya kami sudah beli online tiket keretanya. Jadi begitu sampai tinggal duduk cantik menunggu jadwal kereta tiba.

ferry

Kalau dari Penang Island ke Butterworth, naik ferry gratis lho!

 

 

Hari semakin sore dan akhirnya jadwal keretapun tiba. Kami berangkat sekitar Pk.18.00 dan sampai di KL Sentral sekitar Pk.22.00. Lagi-lagi mau naik Uber, tapi ada kendala gara-gara pas dibuka lho kok nggak muncul Uber XL. Kalau Uber biasa tidak muat menanggung beban 4 koper gede kami. Akhirnya naik taksi van. Caranya naik taksi di pangkalan taksi sini cukup mudah. Datangi loket taksi dan nanti bilang mau ke mana. Kamu akan diminta membayar di loket. Jadi tidak perlu bayar lagi ke sopirnya. Nggak usah takut diketok atau argo kuda dehhh..

Oh ya terkait Uber itu, ternyata kedodolan kami, mesti diklik-klik dulu moda transportnya baru deh muncul Uber XL. Ceritanya ke-hidden gitu. Abisnya sihh ke-hidden. Fyuuhh.. Dasar.

Di KL, kami menginap di Regalia Suites yang juga cukup mudah dicapai sepertinya, karena lagi-lagi driver Uber tidak ada yang banyak tanya ini itu, tinggal ikutin GPS dan enaknya di sini sudah ada drop off dan pick up area yang jelas. Banyak lho wisatawan yang menginap di sini. Beberapa kali bertemu wisatawan. Oh ya, di bawah juga ada mesin isi ulang air haha.. Biar lebih murah lumayan sih 20 sen untuk 1 liter. Ketagihan isi ulang air deh. Lumayan berhemat sedikit lahh wkwkwk..

Ok kembali ke itinerary.

Hari ke-3

24 Desember 2017. Pagi-pagi sudah menuju Berjaya Times Square Hotel West Wing di mana kami akan naik mini van menuju Colmar Tropicale. Sebelum ke sini, sebaiknya kalian beli online dulu tiketnya biar nggak kehabisan. Apalagi di hari libur pasti ramai. Kalau untuk detailnya bisa langsung ke web Colmar Tropicale. Nggak usah nginep kalau ke sini. Malahan nggak usah lama-lama haha.. Soalnya tempatnya lebih sempit dari dugaanku. Jadi nggak bakal perlu berlama-lama deh di sini. Oh ya, tiketnya sudah include Japanese Village yang juga biasa saja. Sayang deh tempatnya kayak nggak terawat gitu ckckck..

Sorenya balik ke Berjaya Times Square lagi, jadi makan malam di mallnya. Rameee benerrr.. Mungkin karena lagi libur Natal dan Tahun Baru.

Karena masih ada waktu menjelang malam, mampir dulu ke Twin Tower ahahah.. Ehh tahu-tahu malamnya hujan deh. Kalau tahu bakalan hujan, mendingan buru-buru balik. Karena hujan, nggak dapat Uber maupun Grab. Jadinya naik taksi dan farenya cukup tinggi lho.

colmar.jpg

The famous Colmar Tropicale

 

Hari ke-4

25 Desember 2017. Agenda hari ini adalah ke Sultan Abdul Samad Building, Central Market, Kasturi Walk, Chinatown, dan seterusnya. FYI beli oleh-oleh di Central Market lebih mahal dibanding minimarket-minimarket di pinggir jalan. Kecuali kalau ada paketan diskon kayak coklat Berryl’s yang kita dapat memang lebih murah.

fish

Nih contohnya di Central Market 10RM, di minimarket 7,5RM.

Karena tangan sudah dihiasi jinjingan oleh-oleh, maka kita balik dulu ke apartment untuk beristirahat sejenak sebelum kembali jalan-jalan dan dinner di Alor.

Ehh ternyata oh ternyata cuaca mendung huhu.. Jadinya kami ke Pavillion dulu. Dekorasi Natalnya keren deh. Sambil menunggu cuaca mendingan, kami keliling mall. Namun sayangnya hujan terus turun. Jadinya batal dinner di Alor. Huhu..

Hari ke-5

Demikianlah perjalanan kami dan hari ini kembali dari KL-CGK (Promo KLM).

Let’s watch the video:

 

 

Trip to Korea 2017


Halo lagi, Korea!

Setelah tahun lalu mendapatkan tiket promo Air Asia yang lumayan (2.800.000 IDR PP) akhirnya Hari-H tiba. Papa sempat pakai acara tidak mau berangkat karena kejadian ini. Namun, syukurlah papa sudah sehat dan bisa melakukan perjalanan jauh.

Note for myself:

Bagasi berangkat sekitar 14kg/orang

Bagasi pulang sekitar 16,5kg/orang

2017-04-28 17.46.08

Berbekal pengalaman terdahulu yang bisa jadi pedoman, sudah tidak terlalu banyak persiapan yang harus dipelajari terkait rute. Selasa, 18 April 2017 malam berangkat dari Soetta dan tiba Rabu, 19 April 2017 di Incheon. Hal pertama adalah membelikan ortu kartu transport yakni T-Money. Keluar dari pintu arrival, saya mencari-cari toko alias convenience store  yang ada jualan T-Money. Harganya 4.000 KRW (saat itu kurs Won 12,5). Selain beli, bisa sekalian top-up di kasirnya.

FYI: Jika tidak bisa menemukan convenience store, T-Money juga bisa dibeli di dispenser otomatis saat sudah turun ke level B1

Selesai urusan di bandara selesai, berikutnya adalah perjalanan menuju ke Paradisetel. Untuk perjalanan selama 5 malam, kami sudah menyewa apartment di Hongdae lewat Airbnb.

Dapatkan credit dengan referral code Airbnb ini

Bagi kalian yang firt-timer, cukup ikuti papan petunjuk menuju Railroad. Kita akan naik all-stop train menuju ke Hongdae karena lebih murah sekitar 4.050 KRW dengan jarak kurang lebih 1 jam. Kenapa memilih Hongdae? Karena memang dari dulu suka dengan tempat ini, selain itu lokasinya cukup nyaman dan strategis, dan dilewati railroad dari dan ke airport tentu akan lebih mudah. Mau shopping dan jalan/jajan kuliner malam? Tinggal menyeberang ke arah exit 9. Mudah!

Paradisetel tempat kami menginap berada di exit 1 sangat dekat dari stasiun subway. Begitu exit, jalan beberapa langkah akan langsung tiba. Jika memang mau menghemat tenaga atau bawa orang tua biar nggak capek, rasanya cocok menginap di sini. Saya pribadi orangnya lebih suka mencari tempat yang dekat dengan stasiun agar tidak buang waktu dan tenaga selama perjalanan.

Oh ya suhu udaranya sendiri berkisar 11-12 derajat celcius di hari pertama tiba. Suhu juga sempat menginjak 20 derajat saat hari-hari berikutnya. Karena spring tiba lebih awal tahun ini, maka cherry blossom sudah berguguran. Untuk kostum pakaian cukup dengan jaket dan sweater serta celana panjang agar tidak kedinginan. Tidak perlu coat ataupun long john lagi 😀

Selama perjalanan, papa sering banget diajak berinteraksi. Mungkin mukanya terlalu friendly kali ya.. Diajak ngobrol sama ajushi soal Mantan Presiden Soeharto, politik, dan negara Indonesia, diminta tolong motret rombongan wisatawan, diajak ngobrol sama bule yang ngantri di Shake Shack. Haha..

Seperti biasa, saya akan memberikan itinerary per hari secara padat, singkat, dan jelas terutama untuk info station dan exit.

Itinerary

Day 1

Sebelum check-in, kami makan dulu di blakang Paradisetel. Sekedar untuk mengisi perut saja, jadi bukan mencari menu dan rasa.

“Yi mu, kimchi jjigae han gae, dubu jjigae du gae juseyo!” Kalau hanya sekedar memesan makanan gampang lah. Everything is under control. Pe-De mode on 😀

Bagi first timer juga, jangan heran kalau di restoran Korea biasanya memang pesannya per porsi. Jadi kalau berempat, ya pesannya disuruh 4 porsi, nggak kayak kita di sini terbiasa ngirit makan berempat pesannya 2 menu haha..

Insadong: Anguk Station (Seoul Subway Line 3) Exit 6

Tujuan pertama! Dari exit jalan saja di kiri jalan sudah ada lapak-lapak yang menjual aksesoris dan merchandise untuk oleh-oleh seperti kaos kaki, tas, gantungan, dan lain-lain. Tipsnya kangan langsung beli barang di toko pertama yang kamu masuki tapi coba ke toko-toko berikutnya, karena bisa jadi jualan barang sama dengan harga lebih murah.

Seokchon Lake: Jamsil Station (Seoul Subway Line 2 and 8), Exit 2 or 10. Walk approx. 200m to Seokchonhosu

1.jpg

Bye.. Cherry Blossom

Sekalian ada di Jamsil station, kalian juga bisa window shopping di sini. Kalau di Seokchon Lake, tempatnya untuk menikmati cherry blossom, namun sayangnya saat ke sana, musim cherry blossom sudah berakhir. Hanya ada sedikit sisa warna pink. Pas ke sini, jalannya cukup jauh sih memutarnya. Melewati Lotte World. Berhubung hunting cherry blossom sudah terlambat, di sini juga ada pohon autumn sih, lumayan lah foto-foto serasa autumn.. Oh ya, kalau ada yang ingat atau tahu keberadaan giant rubber duck di Seoul, sekarang kalian bisa foto dengan si keluarga angsa putih yang akan mengapung di danau hingga awal Mei ini. Serta new icon Lotte Tower.

Tempatnya cakep. Cocok buat santai sore-sore ditemani angin sepoi-sepoi (baca: ditemani suhu 11-12 derajat yang dingin brrrr..) 

Day 2

Yeouido Park & Hangang Park: Yeouido Station (Seoul Subway Line 5), Exit 3.
Walk 5 minutes towards the National Assembly building.  Yeouinaru Station (Seoul Subway Line 5), Exit 2 or 3.

Yeouido Park juga dikenal sebagai tempat hunting cherry blossom. Tempatnya sendiri lumayan luas dan ada banyak bangku untuk duduk bersantai. Dari sini bisa ke Yeouido Hangang Park yang berdekatan posisinya. Kalau di Yeouido Hangang Park, kita bisa duduk-duduk ala piknik menikmati view sungai dan burung-burung beterbangan.

Myeongdong: Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 5/6

Jujur saya bukan penggemar Myeongdong sih. Nggak terlalu cocok jenis shoppingnya dengan diri saya. Mungkin kalau di sini rasanya cocok kalau belanja kosmetik dan jajan-jajan. Bukan baju-baju fashion. Kalau preferensinya beli baju fashion di mana? Nanti akan dibahas di hari berikutnya, ya.. Kebetulan sekali pas ke sana sedang ada kampanye tim sukses perwakilan nomor 1 capres Moon Jae In yang dengar-dengar merupakan kandidat kuat.

PHOTO_20170420_165708.jpg

Yoogane dengan Dak Galbinya yang Enak

Lotte Mart – Seoul Station  Branch: Seoul Station (Seoul Subway Line 1, 4), Exit 1

Belanja makanan! Mulai dari Market O Real Brownie, Binch, Choco Pie, Crunky, aneka Ramyeon, dan lainnya. Jangan lupa lihat-lihat penawaran kalau-kalau ada promo 1 Plus 1 atau 2 Plus 1. *Selain di Lotte Mart, di Seoul juga ada Daiso. Yang aku ingat ada di dekat Gangnam Station dan dekat Dongdaemun maupun di dalam underground subway station.

Day 3

Nami Island & Garden of Morning Calm

Sebelumnya dulu saya pergi ke sana pakai subway. Nah kali ini mau coba ITX.

Kita sudah beli tiket ITX secara online di web pilih direct dari Yongsan to Gapyeong pakai ITX Cheongchun. Sekitar 4.800 KRW dan 1 jam perjalanan.

You could actually take the first train from Yongsan station or from Cheongyanni station.

Nah, sesuaikan dengan jadwal schedule yang kalian pilih. Waktu itu kami pilih Pk.10.00. Ternyata pas hari-H semua pada bangun pagi-pagi dan jam 9.00 kurang pun sebenarnya sudah tiba di Yongsan. Dari blog yang saya baca, katanya tiket online yang diprint harus ditukar dengan tiket asli dengan menunjukkan paspor asli. Tapi nyatanya saat ke counter ticket di sana, kata petugas, tidak perlu tukar lagi karena yang diprint online itu sudah berupa ticket.

Di Yongsan, carilah platform ITX Cheongchun. Di sini perhatikan nomor kereta yang akan kalian naiki. Jangan sampai salah naik kereta ya. Karena keretanya ITX bukan kereta biasa. Ada seat number juga.

3c.jpg

Bunga di Mana-Mana

Tiba di Gapyeong Station, langsung keluar ke halte bus di depan station. Kalian akan mudah menemukan halte shuttle bus tersebut karena akan banyak orang antre. Biaya 6.000 KRW untuk PP semua rute sampai ke Garden of Morning Calm. Perhatikan jadwal dulu! Karena kalau telat bisa-bisa harus menunggu 1 jam untuk bus berikutnya! Jika kalian cuma mau ke Nami Island saja, tidak ke Petite France atau Garden of Morning Calm, jaraknya ke Nami cukup dekat jadi bisa naik taksi, sehingga tak perlu nungguin antrean shuttle bus schedule.

3a.jpg

Garden Calm

Nami Island: Tiket masuk 8.000 KRW – Garden Calm: Tiket masuk 8.000 KRW

*Ambil buku kupon diskon di depan lokat information Gapyeong Station atau download online di sini untuk mendapatkan harga diskon tiket ke beberapa destinasi tertentu.

Sempat pakai acara drama mabok darat selama di bis perjalanan ke Garden of Morning Calm karena memang jalur di sana memutar berkelok menanjak ke atas gitu. Terus yang bawa bus juga kayaknya terlalu bersemangat sehingga berasa mabok daratnya. Dan byurr sampai di Morning Calm langsung cuss ke toilet mengeluarkan muntahan ramyeon hasil makan siang. Padahal dulu pas ke sana perjalanan fine-fine saja. Mungkin aku sudah makin tuaaaa..

Pastikan kalian perhatikan sesuai schedule bus ya. Jangan sampai ketinggalan. Kalau bisa malahan (wajib bisa) sebelum jamnya harus sudah antre. Jangan lupa waktu seperti kami pas balik-balik pas sekali dengan jadwal bus berangkat. Karena busnya sangat on-time, jam 16.00 kami pas tiba di bus stop eehh.. jam 16.00 juga busnya mulai jalan. Byeeee.. ditinggal deh. Jadi nunggu bus berikutnya.

Pulangnya nggak naik ITX lagi tapi subway dari Cheongpyeong Station ke Hongik University Station dengan 1 kali transit. Perjalanan yang jauh jadi carilah tempat duduk biar tidak kelelahan.

Day 4

Gyeongbokgung : Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3), Exit 5

One of must-visit for first timer. Gyeongbokgung dan Gwanghwamun sepertinya list yang paling typical ya..

4a.jpg

Gyeongbokgung

Bukchon Hanok Village, Samcheongdong, National Folk Museum of Korea: Anguk Station (Seoul Subway Line 3), Exit 2

Dari Anguk Station harus berjalan mengikuti google maps menuju ketiga tempat ini. National Folk Museum of Korea adalah tempat yang tidak ada dalam rencana perjalanan, ditemukan tanpa sengaja ternyata tempat ini menyimpa spot-spot foto yang unik. Bergaya kembali ke era masa lalu, kita bisa puas berfoto dengan gratis.

Trouvaille (n)

Origin: French

Something lovely found by chance.

Dongdaemun Design Plaza & Dongdaemun Market: Dongdaemun History & Culture Park Station (Seoul Subway Line 4), Exit 1 & 14

Dongdaemun Design Plaza tempat foto-foto OOTD yang instagrammable, bunga-bunga LED yang iconic, serta Dongdaemun market di seberangnya exit 14 mengantarkan kita ke pertokoan seperti Migliore dan Hello apM yang lebih terjangkau dibanding Doota Mall. Oh ya, di sini ada Shake Shack juga. Franchise burger yang sedang hits. Tapi kita akan makan yang cabang Gangnam besok ya.

Kebetulan saat ke sana ada Seoul Dokkaebi  Night Market yang diadakan di area DDP juga. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga.

do.jpg

Di area sekitaraan Dongdaemun Market juga banyak jajanan enak nan menggugah selera.

20170423_185833.jpg

Odeng Hana, Sosiji Hana

Hongdae: Hongik University (Seoul Subway Line 2), Exit 9

Pusat keramaian anak muda dan pertokoan Hongdae ada di exit 9. My Fav! Untuk barangnya sih memang cenderung agak mahal. Lebih cocok untuk jalan-jalan malam dan jajan malam di berbagai pojangmacha dan menikmati pertunjukkan pinggir jalan mulai dari nyanyian, rap, dance, dll. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga. BBQ time!

hongdae.jpg

Hongik dan Malam

Day 5

Gangnam: Gangnam Underground & Shake Shack: Gangnam (Seoul Subway Line 2) Exit 11

ssh.jpg

Wisata Kuliner

Tiba di Shake Shack pk. 10.40 dan antrian sudah lumayan panjang. Pas pk.11.00 antrian sudah mulai masuk dan karena cukup luas, jadi bisa memuat banyak orang. Untuk rasanya sendiri menurut lidahku ini biasa saja.

SS.jpg

Shake Shack Gangnam

Sedangkan untuk shopping di dalam station yakni di Gangnam Underground. Harga rata-rata 5.000 – 10.000 KRW. Cukup bersahabat di kantong kan..

Garosugil: Sinsa Station (Seoul Subway Line 3) Exit 8

Sederet pertokoan namun untuk harganya kurang cocok di kantong. Hanya mampir jalan-jalan saja. Haha.. Pas di sini Magnum lagi ada event, jadi lumayanlah dikasih Magnum gratis di sepanjang trotoar.

Day 6

Incheon Airport: Incheon (AREX)

Jalan dari Pk.06.45 dan setelah melewati antrian panjang, akhirnya Pk.10.00 sudah duduk manis di gate keberangkatan. 안녕

Kebetulan kalau untuk kali ini pengeluarannya banyak pakai uang kas bersama jad tidak bisa dikasih detail seperti watu dulu. Overall tidak boros-boros amat.

 

Sampai jumpa lagi ya, Korea!

Social media only shows the good side of life. You just don’t know the truth behind it. So, don’t be envy with others. Let’s just live our own lifes

Urus Visa Korea via Antavaya


Jika sebelumnya saya mengurus sendiri proses apply Visa Jepang, maka kali ini pengurusan Visa Korea menggunakan jasa Antavaya. Kenapa? Karena untuk pengurusan Visa membutuhkan waktu jadi harus cuti dan memotong jatah cuti kantor, serta sesuai dengan peraturan kantor maka bisa kehilangan cuti selama 2 hari (PP ke Embassy), plus dipotong uang harian, ditambah lagi lokasi Embassy cukup jauh dan memakan waktu serta butuh ongkos juga kan ke sana.

Setelah melalui pertimbangan efektifitas maka dipilihlah pengurusan lewat jasa agent wisata. Dengan harga 610.000 (pengurusan asli 544.000), saya tidak usah cuti, tetap dapat uang harian kerja, tidak perlu buang-buang ongkos dan waktu 🙂

Berikut ini saya lampirkan persyaratan visa dari mereka:
HARGA IDR 610.000
PROSES : 7-8 Hari Kerja (tergantung Kedutaan)

Persyaratan Dokumen:

  1. Passport asli minimal masa berlaku 6 (enam) bulan dihitung dari tanggal tiba di tujuan disertai Passport lama bila ada
  2. Pas Foto warna (4 x 6) 2 lembar yang terbaru berlatar belakang warna putih [kalau dari keterangan formnya 3,5cm x 4,5cm]
  3. Bukti keuangan berupa rekening koran atau print tabungan di bank dan dilegalisir oleh bank (berbentuk seperti rekening koran) , bukan print buku tabungan [Rek.koran saya print sendiri dari Internet Banking karena memang Commonwealth sistemnya bisa print sendiri. Tinggal bawa dan minta legalisir stempel saja ke petugas ybs]
  4. Referensi Bank asli dari bank bersangkutan [Pengurusan ke bank, minta dibuatkan surat referensi untuk keperluan Visa ke Korea Selatan, nanti kita tinggal isi form dan bayar biaya pembuatannya. Kalau di Commonwealth saya biayanya 50.000 + materai 6.000. Untunglah surat bisa langsung jadi hari itu juga. Urus pagi, ambilnya sore.]
  5. Surat Sponsor asli di atas Kop Surat [Surat sponsor itu yang ada format keterangan the expense will be furnished by..]
  6. Surat Keterangan Kerja dengan Kop Surat yang mencantumkan masa kerja, jabatan, alamat dan no telp perusahaan (Bila diperlukan) [sedangkan surat keterangan kerja hanya informasi seperti nama, jabatan, dll]
  7. Dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan pemohon seperti Slip Gaji atau ID Card (Bila diminta oleh kedutaan) [saya melampirkan FC ID Card]
  8. Fotocopy S.I.U.P.P untuk pemilik
  9. Fotocopy K.K (Kartu Keluarga) & KTP [Untuk yang masa berlaku E-KTP yang sudah expired tidak perlu khawatir karena dari embassy sudah tahu perihal E-KTP seumur hidup]
  10. Fotocopy Akte Nikah
  11. Fotocopy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, serta surat keterangan pelajar
  12. Fotocopy Akte Lahir Anak
  13. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  14. Fotocopy SPT (PPH 21) [belum punya SPT, maka harus bikin surat keterangan bermaterai bahwa tidak memiliki SPT. Atau solusi lainnya adalah dengan menggunakan SPT anggota keluarga sebagai sponsor, otomatis point nomor.5 nanti disponsori oleh anggota keluarga ybs ini dan menyertakan FC bukti keuangan ybs juga]
  15. Menginformasikan telp Rumah, Kantor dan HP
  16. Bagi yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua atau istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami
  17. Print Out Tiket
  18. Bookingan Hotel
  19. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Memang cukup banyak yang harus disiapkan. Pelan-pelan saja sambil dicicil, sambil disusun rapi berdasarkan urutan. Jadi nggak bingung. Untuk formnya bisa disendiri lumayan banyak karena harus mengisi 5 lembar. Bandingkan dengan form dulu di tahun 2014 yang lebih simple. Intip detail seputar visa Korea.

Sedikit tips pengisian form:

  1. Personal Details: Jika tidak punya surname strip saja. Hari gini nggak punya surname, beginilah diriku..
  2. National Identity Number : nomor KTP.
  3. Bagian dua tidak diisi.
  4. Di passport information karena pasporku biasa, aku mah bukan siapa-siapa atuh.. berarti regular, selebihnya isi sesuai dengan detail yang ada di paspor.
  5. Di bagian Contact, Marital Status, Education, Employment sepertinya sudah jelas semua.
  6. Nah sponsor di sini diisi jika memang kamu diundang dan disponsorin biayanya oleh si invitor dari Korea.
  7. Details of Visit sudah jelas ya. Bolak-balik paspor nih dan cari negara-negara mana saja yang sudah kamu kunjungi selama 5 tahun terakhir.
  8. Funding details anggap saja sehari bisa menghabiskan standard 100USD dan cantumkan juga siapa yang bayarin expenses, contohnya myself, father,daughter, sister, anyone lah.. Type of support waktu itu kita isinya “financially” sih, aku sempat isi juga “accomodation and any other expenses during the vacation.” Kayaknya nggak gitu krusial juga.

Semua di print dalam A4 tanpa perlu dipotong-potong kecil (untuk form ada keterangan agar menggunakan kertas A4 80 gram).

Apply 3 Maret 2017 dan karena dokumen semua sudah diurutkan dengan rapi, jadi tidak ada yang kurang. Tanda terima pun dibuat. Setelah jadi, akan dihubungi oleh Antavaya. Namun 10 hari kemudian dihubungi dan ditanyakan perihal SPT Natalia. Karena dari kantor belum ikut SPT (baru rencana saja), saya memang tidak mencantumkan bukti di nomor 14. Namun, saya memang mengaku biaya akan ditanggung kakak saya dan SPT kakak dan rekeningnya sudah lengkap. Jadi dari Antavaya sepertinya membuatkan surat keterangan tidak punya SPT dan diurus kembali ke embassy. Menjelang akhir Bulan Maret, pas di tanggal 31 Maret barulah kami ke Antavaya dan syukurlah semua visa sudah keluar. Walaupun memakan waktu lama ya jadinya dari 3 Maret ke 31 Maret. Makanya bagi yang mau urus-urus mending dari jauh-jauh hari seperti saya, biar nggak deg-degan mepet. Kalau visa sudah beres, jadi sudah bisa urus ini itu persiapan lainnya.

_________________________________________________________________

Update: Pengalaman berikutnya apply visa multiple Korea. Jadi syaratnya kamu sudah pernah 2x ke Korea selama 5 tahun terakhir. Untung deh simple ya.

Untuk syarat pengurusan visa kadang bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk lebih jelasnya bisa mengacu ke web resmi. Nah di sini linknya nih.

Biaya multiple visa 1.224.000 dan untuk persayaratannya agak sedikit berbeda dari tahun 2017 kemarin. Soal fotokopi paspor poin nomor 2 di bawah ini.

Syarat terbaru:

syaratvisakr.jpg

Selain syarat di atas, aku melengkapi dengan bookingan tiket, hotel, dan itinerary juga. Nggak dibalikin sama petugas di loket sih. Mereka akan cek kelengkapan berkas lalu nanti akan memberikan tanda terima. Kalau untuk multiple visa Korea biasanya jadi dalam 1 hari. Pengajuan aplikasi jam 09.00 -11.30. Sedangkan pengambilan paspor jam 14.00-16.00.

Kamu bisa cek status aplikasi kamu di link ini. Pilih diplomatic, input nomor paspor, input nama, input tanggal lahir, dan voila!

search

Jalan-Jalan Sehari ke Bogor


Hello again, Bogor! Beberapa tahun yang lalu pernah singgah di Bogor naik kereta api tut tut tut.. Nah kali ini perjalanan dengan mobil. Tujuan pertama adalah ke Kebun Raya Bogor. Caranya: Tol Jagorawi > Tol Jagorawi > Simpang Susun Taman Mini > Tol Jagorawi > Exit Bogor. Dari sana sudah tidak jauh lagi untuk menuju Kebun Raya Bogor.

Yang aku suka dari Kebun Raya Bogor adalah hijaunya itu lho. Sungguh menyejukkan mata.

20170218_102405.jpg

Dari Kebun Raya Bogor, singgah ke Lemongrass untuk makan siang. Tempat ini cukup populer dari beberapa waktu belakangan ini. Tempatnya sih mudah dijangkau dan berada di pinggir jalan. Impresinya? Hmm.. Tempatnya tidak seluas yang aku pikirkan. Tapi lumayanlah. Menunya juga tidak terlalu banyak tapi lumayanlah buat mengisi perut.

20170218_110357.jpg

Beli oleh-oleh ke Sangkuriang yang banyak pilihan kue dari bahan talas. Browniesnya favoritku!

Selanjutnya ke Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Sudah lama mau ke sini melihat pepohonan pinusnya. Untuk tolnya pilih yang Sentul Selatan. Patokannya adalah sebelum Jungle Land ada belokan seperti gang / jalan sempit, masuk ke sana ketemu sate kiloan pertigaan artinya sudah dekat. Tinggal ke kanan dan tibaaa..

20170218_143322.jpg

Trip to Hong Kong, Macau, Shenzhen


Memulai perjalanan dari CGK-KUL-HKG pada tanggal 30 April 2016.

Baru saja menginjakkan kaki di Soekarno Hatta, cukup shock mendengar kabar bahwa flight kami dari CGK-KUL ternyata dicancel flightnya dikarenakan ada beberapa pesawat yang mengalami masalah dan tidak bisa terbang dari Kuala Lumpur. Menunggu 30 menit, untunglah kami bisa mendapatkan seat di flight lain yang sudah akan segera terbang. Dengan terburu-buru, kami menuju gate ruang tunggu dan syukurlah bisa tetap terbang malam itu juga. Mengingat para penumpang yang direct flight ke KL semua sudah diinapkan ke hotel dan pindah ke flight besok pagi. Hanya penumpang fly thru yang didahulukan terbang malam ini juga.

flightdetails.JPG

Sesampainya di KLIA2 sudah tengah malam. Ikuti arah ke International Transfer. Karena sudah dapat boarding pass dari Jakarta, jadi tinggal menunggu jam boarding dan menunggu info gate seperti yang tertera di layar informasi departure.

Tanpa berbekal uang ringgit, kami ngamper di bangku-bangku foodcourt. Di sana, saat hari sudah larut, beberapa orang tampak tidur di bangku-bangku itu. Siapkan jaket, jeans panjang, dan kaos kaki jika Anda tidak mau kedinginan.

Setelah melewati beberapa jam tidur seadanya (dan tidak bisa nyenyak), pagi akhirnya tiba. Beres-beres, cuci muka, dan gosok gigi dulu. oh ya, bagi yang mau mandi bisa turun ke lantai departure. Tepat di belakang lift, ada toilet yang memiliki kucuran shower. Nah di dekat daerah sini juga merupakan spot orang tidur juga. Kalau di sini lebih redup dan sunyi.

Singkat cerita, sesampainya di HKIA, hal pertama yang dilakukan adalah membeli Octopus Card di loket Airport Express Information dan Simcard di 1010. Lokasinya berdekatan, yakni setelah Anda keluar imigrasi. Harga simcardnya cukup mahal hiks.. Karena cuma ada yang paket 5GB untuk seminggu.

Day 1:
Ngong Ping, Ladies Market

Dari Airport, naik bus A21. Ikuti saja petunjuk exit airport menuju tempat pemberhentian bus. Lihat petunjuk arah “BUS”. Pembayaran dengan Octopus Card 33 HKD. Turun di halte Argyle Center. Untuk selengkapnya bisa lihat jalur PPnya di sini.

Kami menginap di A-Inn Hostel (lokasi di Mongkok) MTR Mong Kok Exit D2. Patokannya, saat exit D2, lurus ke arah Seven Eleven, tepat sebelum Sevel, ada belokan ke kiri. Langsung belok ke situ dan akan terlihat bangunan Sincere House. Naik ke lt.14 untuk check in.

Setelah mengisi perut, kami menuju ke Ngong Ping. Perjalanan ke sana menggunakan MTR. Cara naik MTR sama seperti kendaraan subway/train/kereta/MRT/TransJakarta atau apapun sebutannya di negara lain.

Contoh: Dari MTR Mong Kok mau ke Tung Chung >> Naik arah Tsuen Wan (Merah) lalu interchange di Lai King pindah ke jalur Orange arah Tung Chung.

mtr_routemap_510

Dari MTR Tung Chung Exit B, Anda akan melihat Citygate Outlets dari kejauhan. Ikuti petunjuk naik Cable Car, naiklah eskalator mengikuti antrian dan beli tiket cable car (ada pilihan standard cabin dan crystal cabin). Kami memilih yang standard saja dan pulang dengan bus no.23. Pembayaran juga dengan saldo Octopus Card. Harganya 27 HKD. Jauh lebih murah jika dibandingkan tiket Cable Car yang mencapai 130 HKD. Tapi pengalaman naik cable car cukup seru karena cukup jauh, tinggi, dan berkabut.

np
Ladies Market MTR Mong Kok Exit E2, sepanjang jalan sudah dipenuhi dengan berbagai barang yang dijual. Penuh dengan hiruk pikuk lautan manusia dan riuh rendah suara loudspeaker sepanjang jalan. Carilah barang yang murah. Kemarin saya beli flashdisk harganya 100 HKD = 10 pcs. Kaos oleh-oleh 100 HKD = 5 pcs.

Pengeluaran :

  1. Simcard 218 HKD
  2. Octopus 150 HKD
  3. Makan siang 25 HKD
  4. Minum 8 HKD
  5. Ngong Ping Cable Car 130 HKD
  6. Isi ulang Octopus 100 HKD >> dipakai untuk MTR, Bus A21, Bus no.23,
  7. Belanja di Ladies Market flashdisk, kaos, makanan, dll 320 HKD
  8. Makan malam Sevel 60 HKD
  9. Tiket dan Penginapan (Paketan Airasia Go) 3.750.000 IDR – Bagasi 180.000 IDR @ 10 kg – Meal 40.000 IDR
  • Sub total 1.011 HKD & 3.970.000 IDR

Day 2:
Times Square, Via Tokyo, The Peak, Symphony of Light

Hari ke-2 masih menjadi hari libur nasional di HK. Rencananya hari ini bermain di daerah Hong Kong island saja.  MTR Causeway Bay Exit A ada Times Square, mall besar ini memiliki brand-brand terkenal. Di Exit F1 ada Via Tokyo yang menyajikan dessert berbahan utama green tea yang menjadi andalannya.

The Peak. Turun di MTR Stasiun Central, exit J2 naik keluar belok kanan ke Chater Garden. Cari penyeberangan jalan menuju ke Queen’s Road Central, Garden Road, dan sambil menyusuri jalan kita akan melihat Bank of China & Citibank Plaza di sebelah kiri. Di sebelah kanan seberang Citibank juga terdapat St. John Cathedral, dan terdapat banyak petunjuk jalan, tinggal kita mencari arah ke Peak Tram. Di ujung jalan Garden Road, terdapat petunjuk jalan besar ke Peak Tram, tinggal menyeberangi jalan dan kita akan sampai di ticket office untuk Peak Tram ke The Peak. Sayangnya saat ke sana sedang ada perbaikan tram. Jadi semua penumpang dialihkan menggunakan bus ke sana. Antrian cukup ramai tapi karena bus Hong Kong cukup besar jadi bisa memuat banyak orang sekaligus. Harganya sekitar 9.8 HKD sekali jalan. Jadi sekitar 20 HKD PP.

thepeak

Sesampainya di The Peak, kondisi cukup berkabut tebal dan sempat disertai hujan gerimis. Setelah berkeliling, akhirnya makan siang jam 16.00 dan kembali ke daerah Tsim Sha Tsui Promenade. Menuju MTR East Tsim Sha Tsui Station, Exit J. Jalan ikuti petunjuk ke arah Tsim Sha Tsui Promenade. Patokannya lihat ada jembatan. Cukup kecewa ternyata saat ke sana, tidak ada pertunjukkan laser spektakuler seperti harapan. Hanya ada beberapa menit kedipan laser singkat mengudara ke langit. Entah apakah biasanya memang seperti ini juga? Perjalanan hari ini cukup melelahkan setelah menempuh > 20.000 langkah kaki. Saatnya istirahat!

kaki.jpg

Pengeluaran :

  1. Sarapan di Causeway Bay Area 29 HKD
  2. Via Tokyo 25 HKD
  3. Beli Kacang 12 HKD
  4. Makan Siang di The Peak 63 HKD
  5. Makan malam roti 21 HKD
  6. Isi ulang Octopus 100 HKD >> Dipakai untuk MTR, Bus PP The Peak
  7. dll 20 HKD
  • Sub total 270 HKD

Day 3:
Windows of the World, Splendid China, Dong Men Market (Shenzhen)

Perjalanan menuju Shenzhen dilakukan dengan menyeberang dari MTR Lo Wu. Ikuti petunjuk sampai Luo Hu (Shenzhen). Mengurus imigrasi terlebih dahulu ya. Dengan VOA seharga 169 Yuan/RMB, di lantai 2, kita bisa menyeberang ke Shenzhen. Isi formulir yang tersedia di lantai 2. Masuk ruang tunggu dan ambil karcis waiting list seperti di bank, tunggu nomor kita muncul dan berjalanlah ke loket pertama untuk menyerahkan form dan paspor. Setelah selesai, ke loket pembayaran di sebelahnya untuk memberikan uang yuan/RMB. Duduk sebentar dan tunggu loket terakhir (loket pengambilan visa + paspor) menunjukkan nomor kita. Taddaaa.. visa pun tertempel di dalam paspor kita. Tinggal turun lagi ke bawah dan menuju imigrasi, isi form lagi untuk menyeberang ke daratan China.

Di Shenzhen, transportasi menggunakan Metro. Caranya, lihat peta dan beli token transportasi warna hijau untuk sekali jalan. Pilih Bahasa Inggris, lalu pilih stasiun tujuan Anda, masukkan uang yang diminta (Anda akan memerlukan uang pecahan kecil, bisa ditukar di loket dengan petugas, atau pecahin uang di vending machine minuman). Dan sebuah token hijau pun keluar dari mesin pembelian. Tinggal berjalan dan antri menuju kereta tujuan.

shenzhen-metro

Tujuan pertama adalah ke Window of the World Metro stasiun Window of World exit I/J (世界之窗站 Shìjièzhīchuāng Zhàn). Tiket masuk 160 Yuan. Berisi miniatur dunia. Tempatnya sangat luas dan perlu waktu berjam-jam di sini. Siangnya sangat terik, eh menjelang sore mulai mendung. Karena sudah kesorean, dan cuaca hujan, kami tidak jadi masuk ke Splendid China & China Folk Culture Village.

Selesai mengisi perut, langsung menuju Dongmen Market stasiun Lao Jie 老街站, dan keluar melalui Exit A. Sepanjang kompleks dan jalanan dipenuhi pedagang dengan berbagai barang-barang fashion seperti baju, celana, sepatu, aksesoris, dll. Wah, bagi pecinta belanja memang wajib mampir ke sini! Ibaratnya Platinum Bangkok, ada banyak pilihan barang dengan harga lebih terjangkau dibanding di Hong Kong. Setelah di hari pertama sibuk mikirin oleh-oleh snack, akhirnya di sini bisa belanja buat diri sendiri 😀 Oh ya, orang di sini rata-rata nggak bisa Bahasa Inggris. Sesuai dugaan, jadi ngomongnya sedikit-sedikit lah. Xiao de. Zhe ge. Yi ge. Discount please. Hehe.. Pas pilih menu dengan huruf Mandarin juga, kami mengandalkan google translate apps. Tinggal foto dan scan tulisan.

Hari semakin malam dan hujan tetap mengguyur. Kami kembali ke Metro Luo Hu untuk menyeberang kembali ke Hongkong. Sampai di MTR Lo Wu, cari makanan ringan dan kembali ke hostel.

Pengeluaran :

  1. Sarapan McD 28 HKD
  2. Makan malam 30 HKD
  3. Visa 169 Yuan
  4. Makan Siang Kung Pao Chicken 25 Yuan
  5. Transportasi Metro 14 Yuan
  6. Belanja, tiket masuk WOTW, dll 562 Yuan
  • Sub total 58 HKD & 770 Yuan

Day 4:
Venetian, Senado Square, Ruins of St.Paul (Macau)

Sedikit info yang saya peroleh dari googling, di Hong Kong ada 2 Ferry Terminal yang melayani perjalanan laut menuju Macau yaitu dari mainland (Kowloon) dan dari Sheung Wan. Begitupula di Macau, ada Taipa Terminal dan Macau Maritime Terminal. Kami memilih berangkat dari Sheung Wan saja karena lebih mudah. Cukup ke Shun Tak Centre dengan MTR Sheung Wan  Exit D 3 bisa langsung tembus ke mall Shun Tak Centre. (Kalau yang di Kowloon, sekilas lihat petanya, masih harus jalan kaki lumayan dari MTRnya). Kami naik turbojet dari Sheung Wan (Suntak Centre lt.3) dan turun di Macau Maritime Terminal, Macau. Ke money changer dulu untuk menukarkan HKD dengan MOP.

macauticket.jpg

Jika Anda membeli tiket ferry, pertimbangkanlah waktu keberangkatan dengan waktu yang dibutuhkan untuk melewati antrian imigrasi, plus jalan kaki ke gate ruan tunggu. Jangan terlalu mepet jika tidak mau lari-larian. Anggap saja antrian imigrasi dan proses jalan kaki sampai ke gate membutuhkan 10-15 menit.

Dari ferry terminal, cukup mencari petunjuk shuttle bus. Enaknya, transportasi di Macau seharian ini hanya menggunakan shuttle bus gratisan saja. Ada sederet shuttle bus yang siap menanti Anda di parkiran. menuju shuttle Venetian di paling ujung dan tinggal duduk manis selama sekitar < 30 menit, kita akan tiba di depan Venetian. Keliling dan berfoto-foto (atau mau main judi ya silakan).

ven

Nah, selanjutnya untuk ke Senado Square harus naik shuttle bus berbeda. Tidak bisa dari Venetian. Aak tricky di sini karena kami tidak tahu di mana itu City of Dreams (tempat yang memiliki shuttle bus yang akan kami naiki). Setelah bertanya-tanya ternyata City of Dreams ada di seberang Venetian (Main Lobby). Setelah di main lobby, coba tanya petugas Venetian dulu, exitnya lewat mana kalau mau ke City of Dreams. Jangan sampai salah keluar. Jika exitnya benar, Anda tinggal menyeberang zebra cross saja. City of Dreams sudah terpampang di depan mata. Tinggal masuk dan tanya lagi ke petugasnya cara menuju shuttle bus ke Sintra Hotel. (Ya, benar. Untuk ke Senado Square, pilih shuttle Sintra dan tinggal jalan kaki dari Sintra Hotel ke Senado Square).

Di kanan ada Lisboa, dkk. Jalan ke kiri jika mau ke Senado Square, sampai di seberang kelihatan kantor pos, dan keramaian turis, tinggal mengikuti jalan saja sampai akhirnya tiba di Ruins of St. Paul.

ruin

Di depan sini ada banyak yang jualan cemilan terutama eggtartnya Koi Kei yang terkenal dengan harga 9 MOP/pcs.

egg

Kembali ke Sintra Hostel lagi dengan berjalan kaki (sempat nyasar karena salah belokan hehe). Lalu dari Sintra Hostel kembali dengan shuttle bus ke City of Dreams. Dari City of Dreams ada shuttle langsung ke Macau Terminal maupun Taipa Terminal. Jadi bisa langsung kembali ke ferry terminal dari City of Dreams.

Pengeluaran :

  1. Sarapan macaroni soup, egg, bread set 25 HKD
  2. Ferry 164 HKD
  3. Makan siang di Venetian Foodcourt 78 MOP
  4. Eggtart 27 MOP
  5. Minum 7 MOP
  6. Oleh-oleh kuteks 10 MOP
  7. Oleh-oleh Daiso 15 MOP
  8. Ferry 169 MOP
  9. Makan malam Cakwe 11 HKD
  • Sub total 200 HKD & 306 MOP

Day 5:
Hong Kong Disneyland

Hong Kong Disneyland terletak di Lantau. Posisinya ke arah MTR Sunny Bay lalu lanjut train Disneyland. Jika ada promo lumayan tuh, bisa coba cari di agen wisata, deal online, Klook, dll. Jika patokan dari webnya, dengan harga resmi 539 HKD, Anda sudah bisa mendapatkan tiket masuk adult (one day pass) dan combo meal (makanan dan minuman) >> Promo nih.

Dari jam 10 kurang, kami sudah tiba di sini agar bisa masuk saat gate dibuka. Kebetulan sudah beli tiket dari Indonesia dan sudah ada print out e-ticket. Tinggal antri sebentar dan scan di mesin self service. Keluarlah tiket masuk dan tiket makan untuk 1 hari. Mengapa mending beli paket tiket & meal? Karena dihitung-hitung lebih murah. Kalau beli meal terpisah, rata-rata main course harganya > 100 HKD. Sedangkan waktu itu pas beli di Tokopedia, harga entrance ticket only tidak beda jauh dengan harga plus meal.

Di sini ada beberapa pembagian wilayah: Main Street, U.S.A., Fantasy Land, Mystic Point, Tomorrowland, Toy Story Land, Grizzly Gulch, dan Adventure Land. Saat baru buka, wahana pertama yang kami temui adalah Cinderella Carousel. Karena belum ada antrian, jadi bisa langsung naik. Selanjutnya adalah The Many Adventures of Winnie the Pooh di mana kita diajak berkeliling dengan kereta melihat dan mendengar cerita Pooh, berputar bersama Mad Hatter Tea Cup, istana boneka cantik di It’s a Small World, Mickey’s Philhar Magic 3D, Fantasy Gardens, Railroad, berkeliling kereta di Mystic’s Manor, naik turun UFO di Orbitron, naik mobil-mobilan di Autopia, gila-gilaan teriak di RC Racer yang paling terrifying, Slinky Dog Spin yang menyenangkan, Toy Soldier Parachute Drop punya single rider, Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars, yakni roller coaster seru, punya single rider (sampai-sampai kami naik 3x), dan Closing Parade di malam hari. Sayangnya, beberapa wahana sedang under construction. Oh ya, ada juga wahana baru berbau Stark/Iron Man yang sedang dibangun.

Pengeluaran :

  1. SarapanMcD 28 HKD
  2. Air minum di Disneyland 28 HKD
  3. Isi Octopus 50 HKD >> Dipakai untuk MTR, Bus A21 besok, dan sisa beli camilan
  4. Tiket Disneyland 950.000 IDR
  5. Sevel Black Kimbab 20 HKD
  • Sub total 126 HKD & 950.000 IDR

Day 6:
Grand Plaza, Langham Place, Dimdimsum

Hari terakhir liburan di Hong Kong, kami ke Grand Plaza (MTR Mong Kok Exit E1). Sekalian bisa ke Langham Place juga di sini. Masuk dan jalan-jalan. Masih sempat beli kuteks oleh-oleh di Sasa (tempat jualan kosmetik di HK). Dannn.. di Langham Place sempat melihat standing banner Ikon yang bakal konser pas weekend. Lagu-lagu di mall ini juga Korea semua haha.. Setelah kemarin melihat poster-posteran Yoo Si Jin, baju Yoo Si Jin, ada juga Moon Shot Sandara, bus dengan foto Park Bo Gum. (*abaikan).

Wisata kuliner terakhir di Dimdimsum. Lokasinya dekat dengan A-Inn Hostel dan saking ngehitsnya, sudah ada waiting list padahal restoran baru saja buka. Soal harga, rata-rata 25-30 HKD per porsi. Rasanya biasa saja jadi bingung juga kenapa ngehits banget :p

dds.jpg

Saatnya pulang! Kembali ke hostel untuk mengambil barang titipan. Dengan susah payah memikul dan mengangkat bawaan yang sudah beranak pinak haha.. Kami menuju Exit E1 pas di depan Grand Plaza, ada halte bus A21 ke arah Airport. Ya, dengan kecanggihan website jalur bus, dipadukan dengan google maps, dan google street view, saya berhasil mendapatkan info ini dari internet. Padahal tadinya kalau nggak ketemu, saya sudah siap-siap mau tanya ke petugas hostel, darimana harus naik bus.

Pengeluaran :

  1. Sarapan di Langham Place 81 Ban Japanese Deli 28 HKD
  2. Dimdimsum 60 HKD
  3. Beli cemilan 30 HKD
  4. Kuteks 20 HKD
  • Sub total 138 HKD

TOTAL 4.920.000 IDR + 1.861 HKD (kurs x 1.715 IDR) + 770 Yuan (kurs x 2.045 IDR) + 306 MOP (kurleb 300 HKD) Kurs beli MOP dengan HKD 1,029

Banyak mata uang jadi bingung sendiri hitung menghitung, tukar menukar duitnya. Kurang lebih habis sekitar 4.920.000 + 3.191.615 + 1.574.650 + 514.500 = 10.200.765 IDR. Wah ternyata lumayan besar pengeluaran untuk menjelajah HK, SZ, dan Macau.