Cari Ini Itu? Untung Ada Informa


“Pindahan” identik dengan “kerepotan”. Selama dua bulan kemarin, keluarga kami sibuk mengurus kepindahan ke hunian kami yang baru. Mulai dari mengisi perabotan, mengatur tata letak barang-barang, menghiasi ruangan, mengurus taman, bersih-bersih, dan sederet kegiatan lainnya. Masih terbayang betapa repotnya kami selama dua bulan kemarin.

“Mau mulai dari mana ya? Apa bersih-bersih dulu? Cari di mana ya, perabotan yang cocok untuk ruang makan yang sempit? Furniture yang nyaman dan awet? Mana ya rak TV yang cantik? Di mana beli peralatan elektronik yang terjamin? Dekorasi yang cocok untuk dinding apa ya?” Sederet pertanyaan itu terus berputar di dalam kepala. Banyak perlengkapan dan perabotan rumah yang harus dicari. Untungnya ada INFORMA yang menemani kami.

 

Free BGM: Happy Acoustic Background Music Flower (FREE)

hbd.jpg

Pertama-tama, Happy 13th Anniversary, Informa!

icon belanja.png

Pengalaman Nyaman Belanja di INFORMA 

Dari dulu, INFORMA sudah menjadi pilihan keluarga kami. Kenyamanan berbelanja sudah pasti terjamin, storenya tersebar di mana-mana, dan barang-barangnya pun lengkap.

Sebagian besar produk di rumah kami beli dari INFORMA. Mulai dari floating shelf di ruang tamu, hiasan dekor, perkakas dapur, kursi, rak TV, peralatan elektronik, bahkan hingga tempat tidur INFORMA. Belanja di store INFORMA itu nyaman! Pilihan storenya ada banyak. Selain  itu, promonya juga bervariasi!

promo.jpg

Promo di web, banyak sekaliii

Petugas di store juga dengan senang hati, siap melayani Anda. Ini yang saya suka! Apalagi dalam membeli produk elektronik, tentunya kita tak akan sembarangan beli. Sebagai orang awam, saya mendapat banyak pencerahan saat mau membeli AC. Di situ saya diajarkan perbedaan setiap merk, cara menghitung nilai PK berbanding ukuran ruangan, hingga detail spesifikasi dari produk yang ada. Dengan demikian, saya bisa memilih produk dengan lebih mudah.

 

icon-truk.png

Hassle-Free with INFORMA

INFORMA menyediakan layanan untuk pengiriman dan instalasi. Terbantu sekali dengan team dari INFORMA! Waktu itu, saya membeli rak TV, kursi, dan tempat tidur. Semuanya diantar dan dirakit oleh team yang pastinya sudah berkompeten. Saya sendiri tidak menyangka kalau pemasangannya jauh lebih cepat dari yang saya bayangkan.

bed anak

Contoh hasil rakitan

Pikirkan saja, bagaimana repotnya kalau tidak ada layanan pengiriman dan instalasi? Terbayang betapa banyak biaya, waktu, pikiran, dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengurus semua produk itu. Apalagi kalau instalasinya salah, bisa-bisa malah jadi berabe! Kabar lebih baiknya lagi, pengiriman dan instalasi GRATIS (tentunya sesuai kebijakan yang berlaku).

Customer juga akan semakin tenang dengan adanya Electronics Protection dan Furniture Protection juga, lho!

 

icon-member.png

Jadilah Member INFORMA!

Kebetulan, saya sudah menjadi member INFORMA dan sudah merasakan manfaatnya. Paling senang kalau sudah punya point yang bisa ditukar dengan voucher belanja.Kita serasa dimanjakan dengan reward. Jika point sudah terkumpul, kita bisa menukarkannya dengan voucher. Dijamin untung deh kalau kita jadi member.

phone.jpg

Points yang bisa ditukar dengan voucher

Download appsnya di sini atau di sini. Kita bisa memantau katalog, aneka promo, menu pengiriman, instalasi, dan pastinya menu membership.

Jadi, tunggu apa lagi? Cari ini itu, untungnya ada INFORMA!

Do fun at Dufan


Dufan! Do the Fun!

Setelah sempat bermimpi (even literally mimpi) ke Dufan, akhirnya kesampaian jugaaa..

Sepertinya terakhir aku ke Dunia Fantasi ini sudah sejak zaman masih duduk di bangku sekolah. Sudah lama sekaliii.. I was not a big fan of amusement park until lately. Tapi sekarang malah pengen ke amusement park, entah kenapa kayaknya balik ke masa anak-anak 😀 Entah masa kecil kurang bahagia atau telat umur dalam menikmati serangkaian mainan. Atau mungkin stress makin tinggi seiring bertambah usia. Dulu pas ke Disneyland, Bungee Jumping, Zip Lining ehh ternyasanya seru. Sekarang jadi keterusan pengen banget ke Dufan.

Berhubung kemarin bulan puasa dan biasanya Dufan suka bikin promo, jadi akhirnya aku memutuskan solo trip to Dufan. Haha.. Latihan solo travel biar terbiasa 😀

Sempat pakai acara dilemma apakah mau pakai promo voucher email (150.000 untuk weekend/1x masuk) atau sekalian anual pass (295.000 untuk setahun masuk). Dan setelah mencapai Dufan, tekadku bulat untuk mengambil annual pass. Soalnya kata temanku 295.000 itu tergolong murah lho! Kupikir-pikir, dalan setahun nanti pasti bakal pengen ke Dufan lagi. Jadi nggak rugilah bikin annual pass.

Alhasil Hari Sabtu lalu berangkatlah aku ke Ancol dengan naik busway alias bus Trans Jakarta. Jalurnya transit di Harmoni, Pal Putih, baru Ancol. Untungnya 2x transit ternyata dua-duanya tidak terlalu ramai. Bisa langsung naik bus tanpa menunggu terlalu lama. Dari Halte Indosiar, dalam waktu 1 jam sudah tiba di Ancol.

HTM Ancol 25.000/orang

Annual Pass 295.000/orang

Setelah membayar di loket, masuk ke Dufan dan menuju gedung Balaikota untuk scan sidik jari dan foto. Dalam waktu 5 menit, kartu Annual Pass sudah di tangan!

Dibuka dengan Turangga Angga dan Bianglala, buat pemanasannya cobain naik kuda-kudaan dan bianglala yang slow dulu.

20170617_153710-01

Setelah itu lanjut Kora-Kora deh. Waaahh.. sensasi pada saat meluncur ke bawah serasa jantung berdegup kencang. Selesai Kora-Kora lanjut wahana seru lain yaitu Hysteria dan Halilintar. Terakhir ke Dufan naik Halilintar dulu kayak nggak ada perasaan apa-apa, giliran sekarang berasa heboh sendiri teriak-teriak haha.. Pertama nyobain Hysteria ternyata cuma sekali naik kenceng gitu ya.. Kirain beberapa kali bakal naik turun. Ternyata sekali saja. Jadi tidak terlalu ngeri.

Jujur saja aku orangnya cemen. Pengecut lho. Jadi pas datang, udah yakin nggak akan naik Tornado dan Kicir-Kicir. Oh ya.. Panic House juga makasih dehm. Cukup sudah ditakut-takuti pas Halloween Horror Nights dulu. Kebetulan Tornado memang sedang dalam perawatan bersama dengan beberapa atraksi mainan lainnya. Kenapa takut? Karena posisi badan dibalikkan menghadap ke bumi serasa mau jatuh dan diulang berkali-kali selama bermenit-menit gitu rasanya takut deh.

Kembali bahas ke wahana selanjutnya adalah Ice Age yang seru banget. One of my favourites! Jadi kita naik perahu di atas air dengan suasana dingin. Lalu tiba-tiba kita akan diajak meluncur ke bawah dan tentunya akan kecipratan air tapi tidak terlalu ekstrim. Cocok untuk yang cemen sepertiku ini 😀

20170617_140351-01-01

Jalan-jalan, kutemukanlah Istana Boneka dan Perang Bintang. Santai dulu sambil menikmati sekeliling yang gelap.

Hari semakin sore saat aku naik Ontang-Anting, Poci Poci, dan Rajawali. Karena waktu makin terbatas jadi aku tidak mau buang-buang waktu. Beberapa wahana anak seperti Burung Tempur dan Gajah Bledug kulewati. Tadinya ingin mencoba Pontang-Pontang dan Ombang-Ombang tapi sedang dalam perawatan juga.

20170617_125151-01-01

Favoritku lainnya adalah Alap-Alap (sampai naik 2x) mumpung antriannya sepi! Karena roller costernya tidak seekstrim Halilintar. Jadi enjoyable! Selain ituArung Jeram dan Niagara-Gara juga seru. Niagara-Gara sukses membuatku basah kuyup. Tapi tenang karena sudah siap baju ganti!

Sekedar intermezzo mas yang jaga di Arung Jeram beberapa kali bercanda dan ngejayus “Hati-hati licin jangan sampai jatuh dan tak bisa bangkit kembali.” atau “Bagi rombongan bisa dibagi dua perahu saja tak apa-apa terpisah asal bukan hati kalian yang terpisahkan.” Sukses mendapat sorakan pengunjung. Lol.

Terakhir ke Treasureland dulu sebelum akhirnya dijemput 😀

Overall seru walaupun capek dan sepatu basah kuyup. Next time mau cobain beberapa wahana yang belum kesampaian dan yang sedang dalam perawatan. Syukur-syukur kalau tiba-tiba berani naik Tornado dan Kicir-Kicir. Entah kapan waktu itu tiba.. Haha..

 

Trip to Korea 2017


Halo lagi, Korea!

Setelah tahun lalu mendapatkan tiket promo Air Asia yang lumayan (2.800.000 IDR PP) akhirnya Hari-H tiba. Papa sempat pakai acara tidak mau berangkat karena kejadian ini. Namun, syukurlah papa sudah sehat dan bisa melakukan perjalanan jauh.

Note for myself:

Bagasi berangkat sekitar 14kg/orang

Bagasi pulang sekitar 16,5kg/orang

2017-04-28 17.46.08

Berbekal pengalaman terdahulu yang bisa jadi pedoman, sudah tidak terlalu banyak persiapan yang harus dipelajari terkait rute. Selasa, 18 April 2017 malam berangkat dari Soetta dan tiba Rabu, 19 April 2017 di Incheon. Hal pertama adalah membelikan ortu kartu transport yakni T-Money. Keluar dari pintu arrival, saya mencari-cari toko alias convenience store  yang ada jualan T-Money. Harganya 4.000 KRW (saat itu kurs Won 12,5). Selain beli, bisa sekalian top-up di kasirnya.

FYI: Jika tidak bisa menemukan convenience store, T-Money juga bisa dibeli di dispenser otomatis saat sudah turun ke level B1

Selesai urusan di bandara selesai, berikutnya adalah perjalanan menuju ke Paradisetel. Untuk perjalanan selama 5 malam, kami sudah menyewa apartment di Hongdae lewat Airbnb.

Dapatkan credit dengan referral code Airbnb ini

Bagi kalian yang firt-timer, cukup ikuti papan petunjuk menuju Railroad. Kita akan naik all-stop train menuju ke Hongdae karena lebih murah sekitar 4.050 KRW dengan jarak kurang lebih 1 jam. Kenapa memilih Hongdae? Karena memang dari dulu suka dengan tempat ini, selain itu lokasinya cukup nyaman dan strategis, dan dilewati railroad dari dan ke airport tentu akan lebih mudah. Mau shopping dan jalan/jajan kuliner malam? Tinggal menyeberang ke arah exit 9. Mudah!

Paradisetel tempat kami menginap berada di exit 1 sangat dekat dari stasiun subway. Begitu exit, jalan beberapa langkah akan langsung tiba. Jika memang mau menghemat tenaga atau bawa orang tua biar nggak capek, rasanya cocok menginap di sini. Saya pribadi orangnya lebih suka mencari tempat yang dekat dengan stasiun agar tidak buang waktu dan tenaga selama perjalanan.

Oh ya suhu udaranya sendiri berkisar 11-12 derajat celcius di hari pertama tiba. Suhu juga sempat menginjak 20 derajat saat hari-hari berikutnya. Karena spring tiba lebih awal tahun ini, maka cherry blossom sudah berguguran. Untuk kostum pakaian cukup dengan jaket dan sweater serta celana panjang agar tidak kedinginan. Tidak perlu coat ataupun long john lagi 😀

Selama perjalanan, papa sering banget diajak berinteraksi. Mungkin mukanya terlalu friendly kali ya.. Diajak ngobrol sama ajushi soal Mantan Presiden Soeharto, politik, dan negara Indonesia, diminta tolong motret rombongan wisatawan, diajak ngobrol sama bule yang ngantri di Shake Shack. Haha..

Seperti biasa, saya akan memberikan itinerary per hari secara padat, singkat, dan jelas terutama untuk info station dan exit.

Itinerary

Day 1

Sebelum check-in, kami makan dulu di blakang Paradisetel. Sekedar untuk mengisi perut saja, jadi bukan mencari menu dan rasa.

“Yi mu, kimchi jjigae han gae, dubu jjigae du gae juseyo!” Kalau hanya sekedar memesan makanan gampang lah. Everything is under control. Pe-De mode on 😀

Bagi first timer juga, jangan heran kalau di restoran Korea biasanya memang pesannya per porsi. Jadi kalau berempat, ya pesannya disuruh 4 porsi, nggak kayak kita di sini terbiasa ngirit makan berempat pesannya 2 menu haha..

Insadong: Anguk Station (Seoul Subway Line 3) Exit 6

Tujuan pertama! Dari exit jalan saja di kiri jalan sudah ada lapak-lapak yang menjual aksesoris dan merchandise untuk oleh-oleh seperti kaos kaki, tas, gantungan, dan lain-lain. Tipsnya kangan langsung beli barang di toko pertama yang kamu masuki tapi coba ke toko-toko berikutnya, karena bisa jadi jualan barang sama dengan harga lebih murah.

Seokchon Lake: Jamsil Station (Seoul Subway Line 2 and 8), Exit 2 or 10. Walk approx. 200m to Seokchonhosu

1.jpg

Bye.. Cherry Blossom

Sekalian ada di Jamsil station, kalian juga bisa window shopping di sini. Kalau di Seokchon Lake, tempatnya untuk menikmati cherry blossom, namun sayangnya saat ke sana, musim cherry blossom sudah berakhir. Hanya ada sedikit sisa warna pink. Pas ke sini, jalannya cukup jauh sih memutarnya. Melewati Lotte World. Berhubung hunting cherry blossom sudah terlambat, di sini juga ada pohon autumn sih, lumayan lah foto-foto serasa autumn.. Oh ya, kalau ada yang ingat atau tahu keberadaan giant rubber duck di Seoul, sekarang kalian bisa foto dengan si keluarga angsa putih yang akan mengapung di danau hingga awal Mei ini. Serta new icon Lotte Tower.

Tempatnya cakep. Cocok buat santai sore-sore ditemani angin sepoi-sepoi (baca: ditemani suhu 11-12 derajat yang dingin brrrr..) 

Day 2

Yeouido Park & Hangang Park: Yeouido Station (Seoul Subway Line 5), Exit 3.
Walk 5 minutes towards the National Assembly building.  Yeouinaru Station (Seoul Subway Line 5), Exit 2 or 3.

Yeouido Park juga dikenal sebagai tempat hunting cherry blossom. Tempatnya sendiri lumayan luas dan ada banyak bangku untuk duduk bersantai. Dari sini bisa ke Yeouido Hangang Park yang berdekatan posisinya. Kalau di Yeouido Hangang Park, kita bisa duduk-duduk ala piknik menikmati view sungai dan burung-burung beterbangan.

Myeongdong: Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 5/6

Jujur saya bukan penggemar Myeongdong sih. Nggak terlalu cocok jenis shoppingnya dengan diri saya. Mungkin kalau di sini rasanya cocok kalau belanja kosmetik dan jajan-jajan. Bukan baju-baju fashion. Kalau preferensinya beli baju fashion di mana? Nanti akan dibahas di hari berikutnya, ya.. Kebetulan sekali pas ke sana sedang ada kampanye tim sukses perwakilan nomor 1 capres Moon Jae In yang dengar-dengar merupakan kandidat kuat.

PHOTO_20170420_165708.jpg

Yoogane dengan Dak Galbinya yang Enak

Lotte Mart – Seoul Station  Branch: Seoul Station (Seoul Subway Line 1, 4), Exit 1

Belanja makanan! Mulai dari Market O Real Brownie, Binch, Choco Pie, Crunky, aneka Ramyeon, dan lainnya. Jangan lupa lihat-lihat penawaran kalau-kalau ada promo 1 Plus 1 atau 2 Plus 1. *Selain di Lotte Mart, di Seoul juga ada Daiso. Yang aku ingat ada di dekat Gangnam Station dan dekat Dongdaemun maupun di dalam underground subway station.

Day 3

Nami Island & Garden of Morning Calm

Sebelumnya dulu saya pergi ke sana pakai subway. Nah kali ini mau coba ITX.

Kita sudah beli tiket ITX secara online di web pilih direct dari Yongsan to Gapyeong pakai ITX Cheongchun. Sekitar 4.800 KRW dan 1 jam perjalanan.

You could actually take the first train from Yongsan station or from Cheongyanni station.

Nah, sesuaikan dengan jadwal schedule yang kalian pilih. Waktu itu kami pilih Pk.10.00. Ternyata pas hari-H semua pada bangun pagi-pagi dan jam 9.00 kurang pun sebenarnya sudah tiba di Yongsan. Dari blog yang saya baca, katanya tiket online yang diprint harus ditukar dengan tiket asli dengan menunjukkan paspor asli. Tapi nyatanya saat ke counter ticket di sana, kata petugas, tidak perlu tukar lagi karena yang diprint online itu sudah berupa ticket.

Di Yongsan, carilah platform ITX Cheongchun. Di sini perhatikan nomor kereta yang akan kalian naiki. Jangan sampai salah naik kereta ya. Karena keretanya ITX bukan kereta biasa. Ada seat number juga.

3c.jpg

Bunga di Mana-Mana

Tiba di Gapyeong Station, langsung keluar ke halte bus di depan station. Kalian akan mudah menemukan halte shuttle bus tersebut karena akan banyak orang antre. Biaya 6.000 KRW untuk PP semua rute sampai ke Garden of Morning Calm. Perhatikan jadwal dulu! Karena kalau telat bisa-bisa harus menunggu 1 jam untuk bus berikutnya! Jika kalian cuma mau ke Nami Island saja, tidak ke Petite France atau Garden of Morning Calm, jaraknya ke Nami cukup dekat jadi bisa naik taksi, sehingga tak perlu nungguin antrean shuttle bus schedule.

3a.jpg

Garden Calm

Nami Island: Tiket masuk 8.000 KRW – Garden Calm: Tiket masuk 8.000 KRW

*Ambil buku kupon diskon di depan lokat information Gapyeong Station atau download online di sini untuk mendapatkan harga diskon tiket ke beberapa destinasi tertentu.

Sempat pakai acara drama mabok darat selama di bis perjalanan ke Garden of Morning Calm karena memang jalur di sana memutar berkelok menanjak ke atas gitu. Terus yang bawa bus juga kayaknya terlalu bersemangat sehingga berasa mabok daratnya. Dan byurr sampai di Morning Calm langsung cuss ke toilet mengeluarkan muntahan ramyeon hasil makan siang. Padahal dulu pas ke sana perjalanan fine-fine saja. Mungkin aku sudah makin tuaaaa..

Pastikan kalian perhatikan sesuai schedule bus ya. Jangan sampai ketinggalan. Kalau bisa malahan (wajib bisa) sebelum jamnya harus sudah antre. Jangan lupa waktu seperti kami pas balik-balik pas sekali dengan jadwal bus berangkat. Karena busnya sangat on-time, jam 16.00 kami pas tiba di bus stop eehh.. jam 16.00 juga busnya mulai jalan. Byeeee.. ditinggal deh. Jadi nunggu bus berikutnya.

Pulangnya nggak naik ITX lagi tapi subway dari Cheongpyeong Station ke Hongik University Station dengan 1 kali transit. Perjalanan yang jauh jadi carilah tempat duduk biar tidak kelelahan.

Day 4

Gyeongbokgung : Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3), Exit 5

One of must-visit for first timer. Gyeongbokgung dan Gwanghwamun sepertinya list yang paling typical ya..

4a.jpg

Gyeongbokgung

Bukchon Hanok Village, Samcheongdong, National Folk Museum of Korea: Anguk Station (Seoul Subway Line 3), Exit 2

Dari Anguk Station harus berjalan mengikuti google maps menuju ketiga tempat ini. National Folk Museum of Korea adalah tempat yang tidak ada dalam rencana perjalanan, ditemukan tanpa sengaja ternyata tempat ini menyimpa spot-spot foto yang unik. Bergaya kembali ke era masa lalu, kita bisa puas berfoto dengan gratis.

Trouvaille (n)

Origin: French

Something lovely found by chance.

Dongdaemun Design Plaza & Dongdaemun Market: Dongdaemun History & Culture Park Station (Seoul Subway Line 4), Exit 1 & 14

Dongdaemun Design Plaza tempat foto-foto OOTD yang instagrammable, bunga-bunga LED yang iconic, serta Dongdaemun market di seberangnya exit 14 mengantarkan kita ke pertokoan seperti Migliore dan Hello apM yang lebih terjangkau dibanding Doota Mall. Oh ya, di sini ada Shake Shack juga. Franchise burger yang sedang hits. Tapi kita akan makan yang cabang Gangnam besok ya.

Kebetulan saat ke sana ada Seoul Dokkaebi  Night Market yang diadakan di area DDP juga. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga.

do.jpg

Di area sekitaraan Dongdaemun Market juga banyak jajanan enak nan menggugah selera.

20170423_185833.jpg

Odeng Hana, Sosiji Hana

Hongdae: Hongik University (Seoul Subway Line 2), Exit 9

Pusat keramaian anak muda dan pertokoan Hongdae ada di exit 9. My Fav! Untuk barangnya sih memang cenderung agak mahal. Lebih cocok untuk jalan-jalan malam dan jajan malam di berbagai pojangmacha dan menikmati pertunjukkan pinggir jalan mulai dari nyanyian, rap, dance, dll. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga. BBQ time!

hongdae.jpg

Hongik dan Malam

Day 5

Gangnam: Gangnam Underground & Shake Shack: Gangnam (Seoul Subway Line 2) Exit 11

ssh.jpg

Wisata Kuliner

Tiba di Shake Shack pk. 10.40 dan antrian sudah lumayan panjang. Pas pk.11.00 antrian sudah mulai masuk dan karena cukup luas, jadi bisa memuat banyak orang. Untuk rasanya sendiri menurut lidahku ini biasa saja.

SS.jpg

Shake Shack Gangnam

Sedangkan untuk shopping di dalam station yakni di Gangnam Underground. Harga rata-rata 5.000 – 10.000 KRW. Cukup bersahabat di kantong kan..

Garosugil: Sinsa Station (Seoul Subway Line 3) Exit 8

Sederet pertokoan namun untuk harganya kurang cocok di kantong. Hanya mampir jalan-jalan saja. Haha.. Pas di sini Magnum lagi ada event, jadi lumayanlah dikasih Magnum gratis di sepanjang trotoar.

Day 6

Incheon Airport: Incheon (AREX)

Jalan dari Pk.06.45 dan setelah melewati antrian panjang, akhirnya Pk.10.00 sudah duduk manis di gate keberangkatan. 안녕

Kebetulan kalau untuk kali ini pengeluarannya banyak pakai uang kas bersama jad tidak bisa dikasih detail seperti watu dulu. Overall tidak boros-boros amat.

 

Sampai jumpa lagi ya, Korea!

Social media only shows the good side of life. You just don’t know the truth behind it. So, don’t be envy with others. Let’s just live our own lifes

Urus Visa Korea via Antavaya


Jika sebelumnya saya mengurus sendiri proses apply Visa Jepang, maka kali ini pengurusan Visa Korea menggunakan jasa Antavaya. Kenapa? Karena untuk pengurusan Visa membutuhkan waktu jadi harus cuti dan memotong jatah cuti kantor, serta sesuai dengan peraturan kantor maka bisa kehilangan cuti selama 2 hari (PP ke Embassy), plus dipotong uang harian, ditambah lagi lokasi Embassy cukup jauh dan memakan waktu serta butuh ongkos juga kan ke sana.

Setelah melalui pertimbangan efektifitas maka dipilihlah pengurusan lewat jasa agent wisata. Dengan harga 610.000 (pengurusan asli 544.000), saya tidak usah cuti, tetap dapat uang harian kerja, tidak perlu buang-buang ongkos dan waktu 🙂

Berikut ini saya lampirkan persyaratan visa dari mereka:
HARGA IDR 610.000
PROSES : 7-8 Hari Kerja (tergantung Kedutaan)

Persyaratan Dokumen:

  1. Passport asli minimal masa berlaku 6 (enam) bulan dihitung dari tanggal tiba di tujuan disertai Passport lama bila ada
  2. Pas Foto warna (4 x 6) 2 lembar yang terbaru berlatar belakang warna putih [kalau dari keterangan formnya 3,5cm x 4,5cm]
  3. Bukti keuangan berupa rekening koran atau print tabungan di bank dan dilegalisir oleh bank (berbentuk seperti rekening koran) , bukan print buku tabungan [Rek.koran saya print sendiri dari Internet Banking karena memang Commonwealth sistemnya bisa print sendiri. Tinggal bawa dan minta legalisir stempel saja ke petugas ybs]
  4. Referensi Bank asli dari bank bersangkutan [Pengurusan ke bank, minta dibuatkan surat referensi untuk keperluan Visa ke Korea Selatan, nanti kita tinggal isi form dan bayar biaya pembuatannya. Kalau di Commonwealth saya biayanya 50.000 + materai 6.000. Untunglah surat bisa langsung jadi hari itu juga. Urus pagi, ambilnya sore.]
  5. Surat Sponsor asli di atas Kop Surat [Surat sponsor itu yang ada format keterangan the expense will be furnished by..]
  6. Surat Keterangan Kerja dengan Kop Surat yang mencantumkan masa kerja, jabatan, alamat dan no telp perusahaan (Bila diperlukan) [sedangkan surat keterangan kerja hanya informasi seperti nama, jabatan, dll]
  7. Dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan pemohon seperti Slip Gaji atau ID Card (Bila diminta oleh kedutaan) [saya melampirkan FC ID Card]
  8. Fotocopy S.I.U.P.P untuk pemilik
  9. Fotocopy K.K (Kartu Keluarga) & KTP [Untuk yang masa berlaku E-KTP yang sudah expired tidak perlu khawatir karena dari embassy sudah tahu perihal E-KTP seumur hidup]
  10. Fotocopy Akte Nikah
  11. Fotocopy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, serta surat keterangan pelajar
  12. Fotocopy Akte Lahir Anak
  13. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  14. Fotocopy SPT (PPH 21) [belum punya SPT, maka harus bikin surat keterangan bermaterai bahwa tidak memiliki SPT. Atau solusi lainnya adalah dengan menggunakan SPT anggota keluarga sebagai sponsor, otomatis point nomor.5 nanti disponsori oleh anggota keluarga ybs ini dan menyertakan FC bukti keuangan ybs juga]
  15. Menginformasikan telp Rumah, Kantor dan HP
  16. Bagi yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua atau istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami
  17. Print Out Tiket
  18. Bookingan Hotel
  19. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Memang cukup banyak yang harus disiapkan. Pelan-pelan saja sambil dicicil, sambil disusun rapi berdasarkan urutan. Jadi nggak bingung. Untuk formnya bisa disendiri lumayan banyak karena harus mengisi 5 lembar. Bandingkan dengan form dulu di tahun 2014 yang lebih simple. Intip detail seputar visa Korea.

Sedikit tips pengisian form:

  1. Personal Details: Jika tidak punya surname strip saja. Hari gini nggak punya surname, beginilah diriku..
  2. National Identity Number : nomor KTP.
  3. Bagian dua tidak diisi.
  4. Di passport information karena pasporku biasa, aku mah bukan siapa-siapa atuh.. berarti regular, selebihnya isi sesuai dengan detail yang ada di paspor.
  5. Di bagian Contact, Marital Status, Education, Employment sepertinya sudah jelas semua.
  6. Nah sponsor di sini diisi jika memang kamu diundang dan disponsorin biayanya oleh si invitor dari Korea.
  7. Details of Visit sudah jelas ya. Bolak-balik paspor nih dan cari negara-negara mana saja yang sudah kamu kunjungi selama 5 tahun terakhir.
  8. Funding details anggap saja sehari bisa menghabiskan standard 100USD dan cantumkan juga siapa yang bayarin expenses, contohnya myself, father,daughter, sister, anyone lah.. Type of support waktu itu kita isinya “financially” sih, aku sempat isi juga “accomodation and any other expenses during the vacation.” Kayaknya nggak gitu krusial juga.

Semua di print dalam A4 tanpa perlu dipotong-potong kecil (untuk form ada keterangan agar menggunakan kertas A4 80 gram).

Apply 3 Maret 2017 dan karena dokumen semua sudah diurutkan dengan rapi, jadi tidak ada yang kurang. Tanda terima pun dibuat. Setelah jadi, akan dihubungi oleh Antavaya. Namun 10 hari kemudian dihubungi dan ditanyakan perihal SPT Natalia. Karena dari kantor belum ikut SPT (baru rencana saja), saya memang tidak mencantumkan bukti di nomor 14. Namun, saya memang mengaku biaya akan ditanggung kakak saya dan SPT kakak dan rekeningnya sudah lengkap. Jadi dari Antavaya sepertinya membuatkan surat keterangan tidak punya SPT dan diurus kembali ke embassy. Menjelang akhir Bulan Maret, pas di tanggal 31 Maret barulah kami ke Antavaya dan syukurlah semua visa sudah keluar. Walaupun memakan waktu lama ya jadinya dari 3 Maret ke 31 Maret. Makanya bagi yang mau urus-urus mending dari jauh-jauh hari seperti saya, biar nggak deg-degan mepet. Kalau visa sudah beres, jadi sudah bisa urus ini itu persiapan lainnya.

 

Weekend Gateaway Lembang Bandung


Setelah minggu lalu menyempatkan diri ke Hutan Mangrove di PIK, maka kali ini kita jalan ke Lembang Bandung ya!

Dimulai dari ajakan seseorang yang sedang membutuhkan refreshing, escape from her daily routine and problem, alhasil rencana ini agak dadakan juga sih. Tapi karena Jakarta-Lembang tidak jauh, jadi semua bisa diatur dalam waktu singkat.

Tujuan utama kita adalah ke The Lodge Maribaya. Dan perjalanan dimulai!

Hari Sabtu kemarin, jam 05.30 kita berangkat dari Jakarta dan setelah melewati hujan – nggak – hujan -nggak, di sepanjang perjalanan, kita tiba di The Lodge Maribaya dengan selamat 🙂

Kalau kalian aktif di Instagram, pasti tahu tempat kekinian ini. Ada 3 wahana foto yang cukup sering tampil di IG. Mulai dari sky tree/bamboo tree, mountain swing, dan zip bike. Ketiganya memiliki tarif 15.000, 20.000, dan 20.000. Sedangkan untuk tiket masuknya sendiri adalah 25.000/orang (include soft drink) dan biaya parkir 10.000/mobil. Selain itu ada juga penginapan camping ground di sana.

Pas kemarin kami ke sini, tiba sekitar jam 10 lewat (dari info, bukanya jam 10.00-17.00) ternyata kondisi sudah sangat ramai. Wah, antrian di tiap wahana tampak sudah membludak. Sedangkan cuaca mulai mendung lagi. Wahana pertama kami adalah sky tree dekat pintu masuk. Setelah menunggu selama 2 jam barulah bisa naik sky tree dan foto-foto. Agak lama ya? Karena kondisi ramai dan juga sempat terhenti gara-gara hujan. Saran bagi teman-teman yang mau ke sana, mending lebih pagi kali ya. Lalu utamakan wahana yang emmang paling kamu incar buat foto-foto. Soalnya pengalaman sih kemarin cuma bisa naik sky tree dan mountain swing. Karena kehabisan waktu 😦

Image may contain: 1 person, tree, sky, outdoor and nature

Image may contain: 1 person, mountain, sky, outdoor and nature

Petugas di sana juga akan membantu memantau queue time, jadi kalau sekiranya antrian di wahana sudah overload, penjualan tiket dipending sementara sampai antrian mulai menipis. Tujuannya baik supaya jangan sampai hari sudah sore, antrian di wahana sudah panjang, sedangkan sudah waktu operasional ditutup. Cukup bertanggung jawab sih.

Di sini ada fotografer pro yang siap mengabadikan moment. Jadi silakan bergaya di atas wahana. Nanti fotonya bisa dibeli dengan harga 10.000/foto soft copy di loket dekat pintu keluar parkiran. Bagi yang mau mengoleksi foto yang berkualitas tinggi disarankan membawa uang lebih ya, kalau satu wahana saja bisa dapat 3-5 foto yang bagus, bagaimana dengan yang naik semua wahana? Tentu harus menyiapkan kocek 🙂

Di sana juga ada beberapa pilihan menu makanan untuk mengisi perut. Tapi karena kami sudah sibuk mengutamakan antrian wahana, jadi kami tidak fokus untuk makan. Setelah jam 15.30 kami pun menuju ke Lereng Anteng. Dengan basah-basahan dan becek, pergi ke Lereng Anteng melewati sedikit kemacetan.

lereng.jpg

Makanannya dingin

Lereng Anteng juga merupakan salah satu tempat kekinian. Saat ke sana kondisi tidak terlalu ramai. Menu makanan utama kurleb sekitar 25.000-35.000 Ditemani hujan gerimis, saya menyantap ayam goreng yang dingin dan nasi putih dingin. Jujur kecewa sih dengan rasa  makanannya yang dingin. Padahal kondisi sedang gerimis dan tubuh ini membutuhkan asupan kehangatan. Kuah bakso cenderung hangat saja tidak panas dan rasanya wew tawar ckck.. jauh dari harapan sih. Padahal waktu itu makannya sudah dalam kondisi perut sangat lapar lho!

Nah, sekitar Pk.19.00 kita menuju penginapan Villatel Salse (Salse artinya santai). Tempat ini jauh dari jalan besar. Jalannya cenderung masuk gang / jalan sempit yang berundahk-undak agak curam dan rusak 😦 Tapi karena review positif dan suasana alam, jadi kami memilih di sini. Tempatnya juga banyak spot foto. Untuk harga kemarin itu kurleb sekitar 750.000/ 3orang sekamar (pakai 1 extra bed). Amenitiesnya lengkap, ruangannya juga spacious, dan ada teras untuk bersantai. Walaupun nggak ada AC, tapi cuaca sudah dingin.

vil.jpg

Bangunannya unik

Besok paginya, kami meng-eksplor Villatel Salse. Breakfast di Warung Salse melewati tanajkan tangga yang cukup banyak. Namun, lumayan sepanjang jalan disuguhi pepohonan dan spot foto. Overall nuansa rileksnya terwujud.

Hari Minggu saatnya kembali ke Jakarta. Mampir di Lawangwangi dan Warkop Modjok dulu. Lagi-lagi tempat kekinian yang belum pernah kami datangi. Lawangwangi terkenal dengan spot foto jembatannya sedangkan Warkop Modjok dengan dekor unik yang retro.

lawang2.jpg

Platter dan Spaghetti

Untuk makanannya di Lawangwangi cukup enak. Pilihannya tidak banyak memang tapi untuk mengisi perut lumayanlah.

Baru mulai foto-foto di jembatannya, eh segerombolan keluarga besar terdiri beberapa emak-bapak dan banyak anak-anak emnerobos dengan tidak sopannya. Bukannya antre lihat masih ada orang lagi foto-foto. Malah nerobos gitu. Ckck.. Bingung dengan orang-orang yang suka nyerobot gitu lho. Oh ya adegan di rest area, antrean di toilet juga diserobot 2 ibu-ibu nyelonong sampai diteriakin orang di belakang disuruh antre. Lalu pas di Mountain Swing, modusnya 1 orang beli tiket, sekelompok teman-temannya masuk antrian. Nanti teman yang beliin tiket langsung masuk memotong jalur membawakan tiket-tiket mereka. Fyuuhh..

Back to topic, berikutnya adalah Warkop Modjok. Ternyata tempatnya dekat dengan rumah-rumah perumahan gitu. Tempatnya instagrammable. Hanya saja lagi-lagi makanannya hadeuh.. Ntah salah pilih atau memang makanannya nggak sesuai harapan. Pesan siomay cantik 18.000 dengan anggapan akan hadir seporsi siomay Bandung ehh yang datang cuma 4 butir siomay goreng. Laba-labanya juga kurang sesuai ekspektasi secara rasa. Wkwkk.. Untuk minumannya okelah. Di saat panas, pesanan Thai Iced Tea cukup menawarkan rasa haus.

warkop.jpg

Ternyata bukanlah siomay Bandung pakai kuah kacang

Short closing. Sekian review perjalanan kali ini 🙂 For more photos, check my IG @natbynatalia ya!

Jepretan Kuliner Nusantara yang Ciamik


Pantunku:

Naik motor sama anak, lanjut lagi naik kereta.
Kerak telor memang enak, makanan asli dari Jakarta.

Bicara soal kuliner, Indonesia memiliki beragam kuliner Nusantara yang nikmat-nikmat. Memang sulit mengatakan secara pasti berapa jumlah kuliner khas daerah di Indonesia. Namun dari informasi yang pernah aku baca, Indonesia termasuk salah satu negara urutan atas dalam urusan keanekaragaman kuliner. Mulai dari jajanan kue seperti putu ayu, kue onde, gorengan, makanan utama seperti bakso, ketoprak, sate, pempek, sampai ke yang segar-segar seperti es teler dan es cendol.

bakmi bangka.jpg

Bakmi ayam, menu sarapan yang sangat oke!

Aku sendiri adalah penggemar masakan Nusantara. Tadi pagi saja aku sarapan bakmi ayam. Lalu baru saja, siangnya ada menu rendang, yang juga merupakan salah satu makanan terenak di dunia. Bicara soalnya makanan Nusantara favoritku, memang tak ada habis-habisnya. Tempe orek, cireng, ayam penyet, pempek, bakso sapi, ketoprak, dan lainnya. Jadi lapar deh.. 😀

Tahu nggak? Temanku dari luar negeri sangat menyukai martabak, es durian, nasi goreng, dan beragam kuliner kita lho! Ekspresinya sangat kagum saat makan di restoran Padang dan disajikan berpiring-piring pilihan lauk plus sayur. Rasanya, seminggu berlibur di Indonesia tak cukup untuk mencicipi aneka kuliner yang ada. Bahkan dia sempat membawa satu ransel penuh berisi makanan dari sini untuk dibawa ke negara asalnya.

Selain makanannya, menurutku sambal khas Indonesia sangatlah enak dan khas. Ada sambal cabe asli, sambal bawang, sambal terasi, sambal kacang, sambal tauco, sambal mangga, serta aneka sambal lainnya. Kebetulan beberapa minggu belakangan ini aku sedang menggemari sambal bawang! Rasanya enak sekali jika dipadukan dengan ayam goreng! Seandainya fotoku ini bisa mengeluarkan wangi, pasti aroma sambal bawang ini akan menggugah selera makanmu.

asus sambal bawang.jpg

Mantap!

Kita sebagai bagian dari Indonesia sudah sepatutnya berbangga dengan kuliner Nusantara. Lalu, apa peran kita? Kita bisa mempopulerkan kuliner Nusantara tercinta ini lewat jepretan foto dari smartphone.

Sekarang kan kita semua sangat dekat dengan dunia social media. Smartphone selalu di kantong, wifi dan koneksi internet juga mudah dijangkau. Ditambah lagi kebiasaan mengabadikan berbagai moment, termasuk makanan yang dijepret dan diupload ke berbagai social media. Dari jepretanmu, orang-orang akan semakin tertarik dengan kuliner Nusantara. Apalagi jika foto yang dihasilkan dengan ASUS ZenFone dilengkapi PixelMaster Camera akan semakin ciamik.

asus-spec.gif

Hasil foto akan jadi ciamik!

Tentunya kamu sudah mengenal Asus ZenFone donk! Ngomong-ngomong, aku kagum sama baterai ASUS ZenFone Max. Bayangkan dengan kapasitas hingga 5.000 mAH! Apalagi tipe seperti aku yang selalu aktif menggunakan hp sepanjang hari. Selain itu, kamera utamanya 13 MP dan dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Jadi mulai dari makan pagi sampai makan malam, tidak ada moment yang terlewatkan. Semua bisa diabadikan tanpa harus khawatir soal baterai.

batere asus.jpg

Makan-makan sambil jepret

Nah, tahukah kamu apa itu PixelMaster Camera? Fitur canggih inilah yang membuat ASUS Zenfone mempunyai keunggulan sehingga menghasilkan foto ciamik. Setiap jepretan tampil dengan kualitas terbaik.

Apakah kamu sering BT gara-gara hasil foto noise di tempat gelap? Mode Low-Light pada PixelMaster memungkinkan kamu untuk mengambil foto atau video dengan lebih jelas. Selain itu ada Time Rewind sehingga tak ada moment terlewatkan, Image Stabilizer juga penting agar foto yang dihasilkan fokus dan tidak blur, Depth of Field menurutku cocok sekali buat foto makanan maupun objek lain yang ingin kita tonjolkan dalam foto, Selfie, Beautification, Panorama yang cocok untuk yang suka foto selfie dan jalan-jalan. Plus, ada fitur Smart Remove dan Gif Animation juga melengkapi semua itu. Mantap kan! Dijamin hasil foto akan lebih oke dan foto makanan akan membuat mouthwatering seperti hasil karya profesional.

Ada sedikit tips untuk memotret objek makanan nih. Beberapa tips ini dari ASUS juga lho, antara lain:

  • Hindari sinar matahari langsung karena akan membuat pantulan cahaya keras di pada objek, alhasil membuat overexposure alias cahayanya terlalu silau. Lebih baik pilih tempat yang pencahayaannya natural.
  • Manfaatkan mode low-light untuk memotret objek di saat kurang pencahayaan.
  • Manfaatkan juga depth of field (DOF) yang berfungsi membuat makanan lebih tampak dekat, jelas, dan menarik.
  • Cobalah berbagai komposisi foto, mulai dari foto dari samping maupun sudut atas, mulai dari nampak secara separuh maupun keseluruhan.
  • Terakhir pilih foto terbaik dan beri sentuhan photo editing untuk mempercantik hasil akhirnya.

Oh ya, kembali bicara soal makanan. Aku suka sekali jalan-jalan. Setiap berwisata ke suatu tempat rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi hidangan khas lokal. Seperti pempek Palembang, ayam betutu saat ke Bali, kulineran plecing kangkung Lombok, ikan roa Manado, bebek goreng Madura yang membuatku ketagihan, lumpia Semarang, kerak telor Jakarta, dan lainnya. Aku sendiri aslinya dari Bangka! Tahu kan Bangka identik dengan banyak makanan enak, seperti pempek, otak-otak, kerupuk, kempelang, getas, lempah, seafood, laksa, bakmi, sambalingkung, tahu kok, dan tentunya martabak Bangka favoritnya semua kalangan.

Dari kebiasaan jalan-jalan dan makan-makan, aku tentunya suka mengabadikan semuanya dengan smartphone. Koleksi foto makananku sudah sangat banyak lho 😀

Oleh karena itu, aku akan membahas sedikit mengenai kuliner khas Nusantara yang menurutku sangat enak dan tentunya halal:

makanankhasbangka.png

martabak.jpg

Sebagai anak Bangka, boleh donk aku memamerkan makanan khas daerahku? Ini adalah martabak manis yang dikenal dengan nama “hoklopan” di daerah Bangka. Jika awal mula dulunya martabak Bangka biasa hanya memiliki topping standard wijen, maka sekarang martabak sudah memiliki berbagai topping seperti keju dan coklat. Martabak sudah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. Beda martabak Bangka dan Bandung konon adalah dari adonannya. Martabak Bangka memiliki adonan yang lebih tebal dan berpori serta kulit yang lebih keras. Camilan manis dari terigu ini sangat nikmat dimakan saat masih hangat.

makanankhasmadura.png

bebek sinjay.jpg

Mengapa aku memilih bebek goreng ini? Karena menurutku sangat enak. Padahal awalnya aku belum pernah mencoba bebek lho. Tapi karena sedang berkunjung ke Madura, rasanya kurang lengkap kalau belum mencoba the famous bebek goreng yang satu ini. Rasanya sangat nikmat. Dari seseorang yang bukan penggemar bebek, nyatanya aku melahap habis sepiring nasi bebek dengan kremes, lalapan, dan sambalnya. Rasanya yang gurih, asin, sambal yang pedas, diimbangi dengan nasi putih hangat. Luar biasa! Tentu rasanya yang gurih tak lepas dari bumbu-bumbu khas Indonesia seperti bawang, kunyit, kemiri, jahe, serai, dll. Sungguh khasnya Indonesia! Rasanya, satu porsi itu kurang dan justru membuat ketagihan haha.. Alhasil aku membungkus beberapa porsi bebek goreng untuk dibawa pulang kembali ke Jakarta.

makanankhasmanado.png

sambal roa.jpg

Bicara soal Manado, ada banyak makanan enak dari daerah yang satu ini. Menurutku, yang paling berkesan di hati (cieee..) adalah sambal ikan roa. Pertama kali mengenal kuliner satu ini hasil rekomendasi dari teman Manado. Sambal pedas yang berisi suwiran halus daging ikan roa menjadikannya sahabat baik si nasi putih hangat. Nggak perlu lauk pauk yang mewah deh. Sepiring nasi putih hangat dan sambal ikan roa saja sudah bikin mouthwatering. Rasanya tak bisa berhenti makan, rasa pedas sambal ikan roa membuat lupa diri. Jadi ngiler nih 🙂 Sambal ikan roa ini sudah mudah diperoleh tanpa harus jauh-jauh ke Manado.

Kuliner khas Nusantara itu sangat banyak, ya! Ayo, jepret kuliner Nusantara dengan smartphonemu!

Foto-gambar-editing by myself

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

“Gandjel Rel (GR)” (baca : ganjel rel, dengan ejaan lama dan pakai “dj”) dengan tagline “Ngeblog ben rak ngganjel” dengan makna tak ada yang mengganjal di pikiran dan dapat mengutarakan isi hati. Terinspirasi dari jajanan khas Semarang ganjel rel.

Jalan-Jalan Sehari ke Bogor


Hello again, Bogor! Beberapa tahun yang lalu pernah singgah di Bogor naik kereta api tut tut tut.. Nah kali ini perjalanan dengan mobil. Tujuan pertama adalah ke Kebun Raya Bogor. Caranya: Tol Jagorawi > Tol Jagorawi > Simpang Susun Taman Mini > Tol Jagorawi > Exit Bogor. Dari sana sudah tidak jauh lagi untuk menuju Kebun Raya Bogor.

Yang aku suka dari Kebun Raya Bogor adalah hijaunya itu lho. Sungguh menyejukkan mata.

20170218_102405.jpg

Dari Kebun Raya Bogor, singgah ke Lemongrass untuk makan siang. Tempat ini cukup populer dari beberapa waktu belakangan ini. Tempatnya sih mudah dijangkau dan berada di pinggir jalan. Impresinya? Hmm.. Tempatnya tidak seluas yang aku pikirkan. Tapi lumayanlah. Menunya juga tidak terlalu banyak tapi lumayanlah buat mengisi perut.

20170218_110357.jpg

Beli oleh-oleh ke Sangkuriang yang banyak pilihan kue dari bahan talas. Browniesnya favoritku!

Selanjutnya ke Taman Wisata Alam Gunung Pancar. Sudah lama mau ke sini melihat pepohonan pinusnya. Untuk tolnya pilih yang Sentul Selatan. Patokannya adalah sebelum Jungle Land ada belokan seperti gang / jalan sempit, masuk ke sana ketemu sate kiloan pertigaan artinya sudah dekat. Tinggal ke kanan dan tibaaa..

20170218_143322.jpg