Busan and Seoul for Summer


Hello, Busan!
First time in Busan. Mendarat di Gimhae Int’ Airport, cukup naik limousine bus. Harganya memang lebih mahal daripada subway. Tapi dengan naik limousine bus ini, kami tidak perlu transit dan geret-geret naik turun subway station. Tinggal duduk manis sampai di Seomyeon Lotte Hotel bus stop, lalu jalan kaki 5 menit ke Hansol Polaris (Airbnb) tempat kami menginap. Dari bus stop pas celingak celinguk sudah kelihatan gedung Hansol Polaris yang menjulang tinggi.

Limousine Bus *Domestic/International Terminal 1st Floor Bus Stop 2* (6,000Won- 35min)
Rute:
International Terminal – Domestic Terminal-Baek Hospital Sageori – Gaya Homeplus – Gaya Hyundae Apt- Seomyeon Lotte Hotel-…

Selama di sana apps yang digunakan adalah Naver Map yang memiliki rute by bus/subway/kendaraan pribadi/ataupun jalan kaki. It works really well. Mau ke mana-mana tinggal buka Naver Map saja.

Dan baru tahu info cara naik bus di Busan. Kalau di Seoul kan kita naik dan turun tap T-Money. Di sini, ternyata tidak perlu tap saat turun bus. Kecuali kalau kita mau transit. Misalnya kita naik bus 111 dari stop 1 lalu turun di stop 2 (hanya transit) untuk pindah naik bus 122. Maka kita bisa dapat diskon. Saya kurang ingat berapa perhitungan diskonnya dan masa waktu transitnya. Tapi ada infonya di web resmi mereka.

 

DAY 1: Rabu, 13 June

TAEJONGDAE
Look for the Bus Stop for Bus No. 88 nearest you. Alight at the last stop in front of Taejongdae.
Walk from Hansol Polaris 12 min 779m
Board: Seomyeon Stop 05-240
Take Bus: 66 or 88A
Arrive at Taejongdae Ocheon. Continue walking 7 min 455m

The bus journey ifself is around 55-60 minutes and the bus should come every 10 minutes.

Di sana ada yang namanya Danubi Train, si kereta lucu yang bisa mengantar kita keliling area Taejongdae. Jadi nggak usah susah-susah memaksakan diri jalan kaki.

Danubi Train Course (Individuals: Adults 3,000 won). Beli di loket yang tersedia.

taejongdae

Lighthouse

HAEUNDAE
Walk from Taejongdae 6 min 432m
Board: Garage Stop 04-024
Take Bus: 101
Get off and Board from: Jungangdong (Jungang) 01-041
Take Bus: 1003
Arrive at Haeundae Beach Stop. Continue walking 3 min 195m.

Pantainya sendiri sebenarnya biasa. Hanya saja di Haeundae ini banyak resto-resto yang bisa dicoba.

CAFFE CUOIANO
Jeonpo exit 8 go straight, Toyoko Inn Busan Seomyeon on the left, but we turn right
Tiramisunya enak. Jadi inget pas jalan kaki di sini, nemuin credit card yang jatoh di trotoar. Ntah apakah ditemukan pemiliknya atau diambil orang lain, yang jelas sih pas balik tiba-tiba udah nggak ada tuh credit card.
Di Jeonpo ini juga ada Jeonpo Cafe Street yang cocok untuk kalian yang suka mengunjungi cafe-cafe mungil nan cantik.

 

DAY 2: Kamis, 14 Juni

GAMCHEON CULTURAL VILLAGE
From Toseong Station, kita bisa naik local bus tapi katanya sering penuh jadi kalau mau lebih nyaman dan mengejar waktu bisa naik taxi. From Toseong Subway Station continue by taxi. The taxi fare is around 3,300 won. Taxi drivernya ngebut bo! Pengalaman baru nih naik taksi di sini. Btw, siap-siap ngantri foto sama si Little Prince ya.

terciduk.jpg

Terciduk

Di sini kalian bisa beli peta mural map seharga 2,000 won.

JAGALCHI FISH MARKET
Jagalchi Station (110), Exit 10

GUKJE MARKET / BIFF SQUARE STREET FOOD
Jagalchi Station Exit 7

NAMPODONG UNDERGROUND SHOPPING CENTER
Jagalchi Station Exit 8

GWANGBOKDONG Cultural & Fashion Street
Nampo Station (Busan subway line 111), Exit 1

YONGDUSAN PARK
Nampo-dong Station (Busan Subway Line 111), Exit 1

ROOF AND
Near main entrance Yongdusan Park (Cont Hotel 8th floor)

Tempat-tempat di atas berdekatan semua dan bisa sekaligus dikunjungi bersamaan. Tinggal cari direction di Naver Map. Untuk Jagalchi, Gukje Market, dan BIFF Square sih kami hanya numpang lewat saja. Nampodong juga ternyata fashionnya rada kurang oke ya. K-stylenya kurang deh. Jadi kami skip dan menuju Gwangbokdong yakni area Myeongdongnya Busan. Di sini memang mirip Myeongdong karena banyak toko-toko kosmetik seperti Etude, Nature Republic, Skin Food, dan lainnya. Selain itu ada Fila juga.

GWANGALLI BEACH
Memang kami sudah mengincar foto-foto malam di sini. Bad news saat lagi foto-foto, air ombak menerpa. Sepatuku basaaaahhhh fyuuhh..

gwang

Gwangandaegyo Bridge

DAY 3: Jumat, 15 Juni

KTX Busan to Seoul

Untungnya berangkatnya siang. Jadi punya waktu tidur dan packing yang cukup. Nggak buru-buru. KTX 128 Busan – Seoul (59,800Won)

Kalau bawa koper besar, carilah subway station yang punya eskalator atau lift. Seperti Seomyeon Station Exit 8/9 seingat saya sih kami lewat sana.

Sampai di Hongdae tempat kami menginap untuk menitipkan koper terlebih dahulu.

Setelah itu, kami belanja makanan di E-Mart yang ada di Yeongdeungpo Branch (Times Square) B2F/B1F. Note: E-mart closed on 2nd 4th Sunday.

E-Mart
Yeongdeungpo Station

Kami cukup lama berkutat di sana. Belanjaan makanan pun semakin menggunung. Dan bodohnya kami meletakkan semua belanjaan dalam satu dus besar. Jadi pas mau diangkat, itu dus berat banget. Harusnya kami pisah jadi dua dus kecil saja. Gara-gara ini, kami naik taksi untuk pulang ke Hongdae. Sekitar 7,000 Won.

Dannnn saat balik ke apartemen, ternyata host belum selesai bersih-bersih padahal sudah jam 5 lewat dan checkin time seharusnya jam 4 sore. Bikin BT kan. Tempatnya juga sempit. Kami ke sini karena faktor biaya dan lokasi dekat dengan exit 5 sih. Pertimbangannya exit 5 juga ada eskalator. Dari AREX jalan sedikit sudah ketemu exit 5. Dari exit 5 cuma jalan ke arah Seven Eleven, ikuti jalan ke arah gedung berbata merah, belok kanan.

EWHA
Ewha University Station
Mencari titipan lightstick di El Cube (Ktown4u) dan masker di Skinfood

DDP
Dongdaemun History and Cultural Park Station
Mencari titipan lightstick di El Cube (Ktown4u) dan masker di Tony Moly. Mampir di Migliore hanya sekedar muter-muter sebentar melihat-lihat baju.

 

DAY 4: Sabtu, 16 Juni

HANEUL PARK
Haneul Park ini bagian dari World Cup Park. Di Haneul Park terkenal Eulalia dan Cosmos Flowersnya. Lebih identik lagi kalau datang pas autumn kali ya karena saat summer eulalianya juga hijau tidak kuning kecoklatan.

jaga ladang.jpg

Jaga Ladang

World Cup Stadium Station (Seoul Subway Line 6), Exit 1. Kami pun mengikuti petunjuk dari blog yang kami baca. Follow the big road and turn left to cross the street at the 4-way intersection.
You’ll see the Haneul Park signage. Nah dari situ kami agak bingung dengan direction di blog. Untungnya ada Naver Map. Di sana ada info lokasi ticket counter admission 3,000 Won round trip Haneul Park. Nggak sanggup deh kalau jalan kaki. Mendingan bayar train.

TOKYO BINGSU MANGWONDONG

SIGOL BAPSANG ITAEWON

sigol.jpg

Nyammm

Banchan alias side dishnya sangat menarik untuk difoto. Lucu ya. Walaupun sedikit tapi variannya beranekaragam dan bikin kenyang juga kok.

NIGHT PHOTO around Cheonggyecheon Stream and Gwanghwamun.
Di malam minggu, Cheonggyecheon Stream ramai dengan night market dan di Gwanghwamun ternyata masih ada semacam peringatan Sewol Ferry accident.

gwanghwamun.jpg

Speednya > 15 detik ya dan tunggu sampai lampu hijau biar kelihatan cahaya kendaraan lewatnya

Ada beberapa orang lain yang juga hunting foto malam menghadap Gwanghwamun ini.

 

DAY 5: MINGGU, 17 JUNI

STARFIELD COEX Mall : Samseong Station (Seoul Subway Line 219), Exit 6. Follow the underground passageway connected to Starfield COEX Mall -> Located on floor B1-1F. Tahu kan tempat instagrammable cantik yang satu ini.

baca.jpg

Baca!

GANGNAM UNDERGROUND SHOPPING CENTER
Direction: Gangnam Station (Seoul Subway Line 222, Sinbundang Line), Exit 1 or 12.
Keliling-keliling nemuin tas dan celana di sini. Tapi untuk baju-baju kayaknya ga ada yang menarik di mata.
Oh ya di Gangnam ini juga ada Daiso.

DECIEM The Abnormal Beauty Company (Desiem)
The Ordinary
Direction: Sinsa Station Exit 8

NIGHT PHOTO around NAKSAN PARK
Pertamanya ke Ihwa Mural Village dulu. Tanjakannya astaganaga.Dari Hyehwa Station sebenarnya sudah tidak jauh lagi. Tapi tajakannya bikin ngos-ngosan. Saya lelaaahh. Langsung aja cus ke Naksan Park deh cari bangku duduk dulu. Setelah itu baru lanjut jalan lagi.

tripod.jpg

The Power of Tripod

DAY 6: SENIN, 18 JUNI

YONGMA LAND

Mangu Station Exit 1 lumayan jauh kalau jalan kaki. Jadi bisa naik taksi sekitar 3,000-4,000 Won. Entrancenya 5,000 Won. Tempat ini sepertinya cukup terkenal di kalangan lokal. Selain sudah jadi tempat lokasi pemotretan dan syuting, ajushi taxi driver juga bisa langsung tahu lokasi Yongma Land. Dia akan mengantar sampai ke jalan luar. Kita dikasih tahu jalan ke depan. Walaupun bahasa yang pas-pasan dan jurus kalimat “Saya bukan orang Korea/Hanguk saram anniyo” udah keluar, tetap saja ajushi ngajak ngobrol. Kurang lebih sih tahu ajushi nanyain oh dari negara mana? Pas dijawab Indonesia, dirinya kembali ngomong-ngomong pake Bahasa Korea. Teroooss terooss ajaaa wkwkwk.. Setelah itu kita masih harus jalan kaki lagi. Lagi-lagi dengan bantuan Naver Map. Kita sempat ragu karena kanan kiri pepohonan seperti hutan gitu. Tapi selang beberapa saat, kita sudah sampai. A tiny, failed, abandoned amusement park

carousell

Yongma Land

Jika di Busan, nemuin Credit Card. Di sini nemuin HP yang terbengkalai. Ckckck.. Sebelum pulang, kita balikin ke petugasnya.

MYEONGDONG
Keliling-keliling nemu juga baju yang kece buat dibeli. Makan di Yoogane dan foto-foto di STYLENANDA.

 

DAY 7: SELASA, 19 JUNI

05.28 first train from Hongik- Incheon (all stop train). Kirain bakal sepi karena masih pagi ternyata udah rame lho. Siap-siap cari tempat duduk biar nggak capek berdiri bawa koper.

 

Advertisements

Trip to Korea 2017


Halo lagi, Korea!

Setelah tahun lalu mendapatkan tiket promo Air Asia yang lumayan (2.800.000 IDR PP) akhirnya Hari-H tiba. Papa sempat pakai acara tidak mau berangkat karena kejadian ini. Namun, syukurlah papa sudah sehat dan bisa melakukan perjalanan jauh.

Note for myself:

Bagasi berangkat sekitar 14kg/orang

Bagasi pulang sekitar 16,5kg/orang

2017-04-28 17.46.08

Berbekal pengalaman terdahulu yang bisa jadi pedoman, sudah tidak terlalu banyak persiapan yang harus dipelajari terkait rute. Selasa, 18 April 2017 malam berangkat dari Soetta dan tiba Rabu, 19 April 2017 di Incheon. Hal pertama adalah membelikan ortu kartu transport yakni T-Money. Keluar dari pintu arrival, saya mencari-cari toko alias convenience store  yang ada jualan T-Money. Harganya 4.000 KRW (saat itu kurs Won 12,5). Selain beli, bisa sekalian top-up di kasirnya.

FYI: Jika tidak bisa menemukan convenience store, T-Money juga bisa dibeli di dispenser otomatis saat sudah turun ke level B1

Selesai urusan di bandara selesai, berikutnya adalah perjalanan menuju ke Paradisetel. Untuk perjalanan selama 5 malam, kami sudah menyewa apartment di Hongdae lewat Airbnb.

Dapatkan credit dengan referral code Airbnb ini

Bagi kalian yang firt-timer, cukup ikuti papan petunjuk menuju Railroad. Kita akan naik all-stop train menuju ke Hongdae karena lebih murah sekitar 4.050 KRW dengan jarak kurang lebih 1 jam. Kenapa memilih Hongdae? Karena memang dari dulu suka dengan tempat ini, selain itu lokasinya cukup nyaman dan strategis, dan dilewati railroad dari dan ke airport tentu akan lebih mudah. Mau shopping dan jalan/jajan kuliner malam? Tinggal menyeberang ke arah exit 9. Mudah!

Paradisetel tempat kami menginap berada di exit 1 sangat dekat dari stasiun subway. Begitu exit, jalan beberapa langkah akan langsung tiba. Jika memang mau menghemat tenaga atau bawa orang tua biar nggak capek, rasanya cocok menginap di sini. Saya pribadi orangnya lebih suka mencari tempat yang dekat dengan stasiun agar tidak buang waktu dan tenaga selama perjalanan.

Oh ya suhu udaranya sendiri berkisar 11-12 derajat celcius di hari pertama tiba. Suhu juga sempat menginjak 20 derajat saat hari-hari berikutnya. Karena spring tiba lebih awal tahun ini, maka cherry blossom sudah berguguran. Untuk kostum pakaian cukup dengan jaket dan sweater serta celana panjang agar tidak kedinginan. Tidak perlu coat ataupun long john lagi 😀

Selama perjalanan, papa sering banget diajak berinteraksi. Mungkin mukanya terlalu friendly kali ya.. Diajak ngobrol sama ajushi soal Mantan Presiden Soeharto, politik, dan negara Indonesia, diminta tolong motret rombongan wisatawan, diajak ngobrol sama bule yang ngantri di Shake Shack. Haha..

Seperti biasa, saya akan memberikan itinerary per hari secara padat, singkat, dan jelas terutama untuk info station dan exit.

Itinerary

Day 1

Sebelum check-in, kami makan dulu di blakang Paradisetel. Sekedar untuk mengisi perut saja, jadi bukan mencari menu dan rasa.

“Yi mu, kimchi jjigae han gae, dubu jjigae du gae juseyo!” Kalau hanya sekedar memesan makanan gampang lah. Everything is under control. Pe-De mode on 😀

Bagi first timer juga, jangan heran kalau di restoran Korea biasanya memang pesannya per porsi. Jadi kalau berempat, ya pesannya disuruh 4 porsi, nggak kayak kita di sini terbiasa ngirit makan berempat pesannya 2 menu haha..

Insadong: Anguk Station (Seoul Subway Line 3) Exit 6

Tujuan pertama! Dari exit jalan saja di kiri jalan sudah ada lapak-lapak yang menjual aksesoris dan merchandise untuk oleh-oleh seperti kaos kaki, tas, gantungan, dan lain-lain. Tipsnya kangan langsung beli barang di toko pertama yang kamu masuki tapi coba ke toko-toko berikutnya, karena bisa jadi jualan barang sama dengan harga lebih murah.

Seokchon Lake: Jamsil Station (Seoul Subway Line 2 and 8), Exit 2 or 10. Walk approx. 200m to Seokchonhosu

1.jpg

Bye.. Cherry Blossom

Sekalian ada di Jamsil station, kalian juga bisa window shopping di sini. Kalau di Seokchon Lake, tempatnya untuk menikmati cherry blossom, namun sayangnya saat ke sana, musim cherry blossom sudah berakhir. Hanya ada sedikit sisa warna pink. Pas ke sini, jalannya cukup jauh sih memutarnya. Melewati Lotte World. Berhubung hunting cherry blossom sudah terlambat, di sini juga ada pohon autumn sih, lumayan lah foto-foto serasa autumn.. Oh ya, kalau ada yang ingat atau tahu keberadaan giant rubber duck di Seoul, sekarang kalian bisa foto dengan si keluarga angsa putih yang akan mengapung di danau hingga awal Mei ini. Serta new icon Lotte Tower.

Tempatnya cakep. Cocok buat santai sore-sore ditemani angin sepoi-sepoi (baca: ditemani suhu 11-12 derajat yang dingin brrrr..) 

Day 2

Yeouido Park & Hangang Park: Yeouido Station (Seoul Subway Line 5), Exit 3.
Walk 5 minutes towards the National Assembly building.  Yeouinaru Station (Seoul Subway Line 5), Exit 2 or 3.

Yeouido Park juga dikenal sebagai tempat hunting cherry blossom. Tempatnya sendiri lumayan luas dan ada banyak bangku untuk duduk bersantai. Dari sini bisa ke Yeouido Hangang Park yang berdekatan posisinya. Kalau di Yeouido Hangang Park, kita bisa duduk-duduk ala piknik menikmati view sungai dan burung-burung beterbangan.

Myeongdong: Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 5/6

Jujur saya bukan penggemar Myeongdong sih. Nggak terlalu cocok jenis shoppingnya dengan diri saya. Mungkin kalau di sini rasanya cocok kalau belanja kosmetik dan jajan-jajan. Bukan baju-baju fashion. Kalau preferensinya beli baju fashion di mana? Nanti akan dibahas di hari berikutnya, ya.. Kebetulan sekali pas ke sana sedang ada kampanye tim sukses perwakilan nomor 1 capres Moon Jae In yang dengar-dengar merupakan kandidat kuat.

PHOTO_20170420_165708.jpg

Yoogane dengan Dak Galbinya yang Enak

Lotte Mart – Seoul Station  Branch: Seoul Station (Seoul Subway Line 1, 4), Exit 1

Belanja makanan! Mulai dari Market O Real Brownie, Binch, Choco Pie, Crunky, aneka Ramyeon, dan lainnya. Jangan lupa lihat-lihat penawaran kalau-kalau ada promo 1 Plus 1 atau 2 Plus 1. *Selain di Lotte Mart, di Seoul juga ada Daiso. Yang aku ingat ada di dekat Gangnam Station dan dekat Dongdaemun maupun di dalam underground subway station.

Day 3

Nami Island & Garden of Morning Calm

Sebelumnya dulu saya pergi ke sana pakai subway. Nah kali ini mau coba ITX.

Kita sudah beli tiket ITX secara online di web pilih direct dari Yongsan to Gapyeong pakai ITX Cheongchun. Sekitar 4.800 KRW dan 1 jam perjalanan.

You could actually take the first train from Yongsan station or from Cheongyanni station.

Nah, sesuaikan dengan jadwal schedule yang kalian pilih. Waktu itu kami pilih Pk.10.00. Ternyata pas hari-H semua pada bangun pagi-pagi dan jam 9.00 kurang pun sebenarnya sudah tiba di Yongsan. Dari blog yang saya baca, katanya tiket online yang diprint harus ditukar dengan tiket asli dengan menunjukkan paspor asli. Tapi nyatanya saat ke counter ticket di sana, kata petugas, tidak perlu tukar lagi karena yang diprint online itu sudah berupa ticket.

Di Yongsan, carilah platform ITX Cheongchun. Di sini perhatikan nomor kereta yang akan kalian naiki. Jangan sampai salah naik kereta ya. Karena keretanya ITX bukan kereta biasa. Ada seat number juga.

3c.jpg

Bunga di Mana-Mana

Tiba di Gapyeong Station, langsung keluar ke halte bus di depan station. Kalian akan mudah menemukan halte shuttle bus tersebut karena akan banyak orang antre. Biaya 6.000 KRW untuk PP semua rute sampai ke Garden of Morning Calm. Perhatikan jadwal dulu! Karena kalau telat bisa-bisa harus menunggu 1 jam untuk bus berikutnya! Jika kalian cuma mau ke Nami Island saja, tidak ke Petite France atau Garden of Morning Calm, jaraknya ke Nami cukup dekat jadi bisa naik taksi, sehingga tak perlu nungguin antrean shuttle bus schedule.

3a.jpg

Garden Calm

Nami Island: Tiket masuk 8.000 KRW – Garden Calm: Tiket masuk 8.000 KRW

*Ambil buku kupon diskon di depan lokat information Gapyeong Station atau download online di sini untuk mendapatkan harga diskon tiket ke beberapa destinasi tertentu.

Sempat pakai acara drama mabok darat selama di bis perjalanan ke Garden of Morning Calm karena memang jalur di sana memutar berkelok menanjak ke atas gitu. Terus yang bawa bus juga kayaknya terlalu bersemangat sehingga berasa mabok daratnya. Dan byurr sampai di Morning Calm langsung cuss ke toilet mengeluarkan muntahan ramyeon hasil makan siang. Padahal dulu pas ke sana perjalanan fine-fine saja. Mungkin aku sudah makin tuaaaa..

Pastikan kalian perhatikan sesuai schedule bus ya. Jangan sampai ketinggalan. Kalau bisa malahan (wajib bisa) sebelum jamnya harus sudah antre. Jangan lupa waktu seperti kami pas balik-balik pas sekali dengan jadwal bus berangkat. Karena busnya sangat on-time, jam 16.00 kami pas tiba di bus stop eehh.. jam 16.00 juga busnya mulai jalan. Byeeee.. ditinggal deh. Jadi nunggu bus berikutnya.

Pulangnya nggak naik ITX lagi tapi subway dari Cheongpyeong Station ke Hongik University Station dengan 1 kali transit. Perjalanan yang jauh jadi carilah tempat duduk biar tidak kelelahan.

Day 4

Gyeongbokgung : Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3), Exit 5

One of must-visit for first timer. Gyeongbokgung dan Gwanghwamun sepertinya list yang paling typical ya..

4a.jpg

Gyeongbokgung

Bukchon Hanok Village, Samcheongdong, National Folk Museum of Korea: Anguk Station (Seoul Subway Line 3), Exit 2

Dari Anguk Station harus berjalan mengikuti google maps menuju ketiga tempat ini. National Folk Museum of Korea adalah tempat yang tidak ada dalam rencana perjalanan, ditemukan tanpa sengaja ternyata tempat ini menyimpa spot-spot foto yang unik. Bergaya kembali ke era masa lalu, kita bisa puas berfoto dengan gratis.

Trouvaille (n)

Origin: French

Something lovely found by chance.

Dongdaemun Design Plaza & Dongdaemun Market: Dongdaemun History & Culture Park Station (Seoul Subway Line 4), Exit 1 & 14

Dongdaemun Design Plaza tempat foto-foto OOTD yang instagrammable, bunga-bunga LED yang iconic, serta Dongdaemun market di seberangnya exit 14 mengantarkan kita ke pertokoan seperti Migliore dan Hello apM yang lebih terjangkau dibanding Doota Mall. Oh ya, di sini ada Shake Shack juga. Franchise burger yang sedang hits. Tapi kita akan makan yang cabang Gangnam besok ya.

Kebetulan saat ke sana ada Seoul Dokkaebi  Night Market yang diadakan di area DDP juga. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga.

do.jpg

Di area sekitaraan Dongdaemun Market juga banyak jajanan enak nan menggugah selera.

20170423_185833.jpg

Odeng Hana, Sosiji Hana

Hongdae: Hongik University (Seoul Subway Line 2), Exit 9

Pusat keramaian anak muda dan pertokoan Hongdae ada di exit 9. My Fav! Untuk barangnya sih memang cenderung agak mahal. Lebih cocok untuk jalan-jalan malam dan jajan malam di berbagai pojangmacha dan menikmati pertunjukkan pinggir jalan mulai dari nyanyian, rap, dance, dll. Bisa ketemuan sama Kakao Friends juga. BBQ time!

hongdae.jpg

Hongik dan Malam

Day 5

Gangnam: Gangnam Underground & Shake Shack: Gangnam (Seoul Subway Line 2) Exit 11

ssh.jpg

Wisata Kuliner

Tiba di Shake Shack pk. 10.40 dan antrian sudah lumayan panjang. Pas pk.11.00 antrian sudah mulai masuk dan karena cukup luas, jadi bisa memuat banyak orang. Untuk rasanya sendiri menurut lidahku ini biasa saja.

SS.jpg

Shake Shack Gangnam

Sedangkan untuk shopping di dalam station yakni di Gangnam Underground. Harga rata-rata 5.000 – 10.000 KRW. Cukup bersahabat di kantong kan..

Garosugil: Sinsa Station (Seoul Subway Line 3) Exit 8

Sederet pertokoan namun untuk harganya kurang cocok di kantong. Hanya mampir jalan-jalan saja. Haha.. Pas di sini Magnum lagi ada event, jadi lumayanlah dikasih Magnum gratis di sepanjang trotoar.

Day 6

Incheon Airport: Incheon (AREX)

Jalan dari Pk.06.45 dan setelah melewati antrian panjang, akhirnya Pk.10.00 sudah duduk manis di gate keberangkatan. 안녕

Kebetulan kalau untuk kali ini pengeluarannya banyak pakai uang kas bersama jad tidak bisa dikasih detail seperti watu dulu. Overall tidak boros-boros amat.

 

Sampai jumpa lagi ya, Korea!

Social media only shows the good side of life. You just don’t know the truth behind it. So, don’t be envy with others. Let’s just live our own lifes

Urus Visa Korea via Antavaya


Jika sebelumnya saya mengurus sendiri proses apply Visa Jepang, maka kali ini pengurusan Visa Korea menggunakan jasa Antavaya. Kenapa? Karena untuk pengurusan Visa membutuhkan waktu jadi harus cuti dan memotong jatah cuti kantor, serta sesuai dengan peraturan kantor maka bisa kehilangan cuti selama 2 hari (PP ke Embassy), plus dipotong uang harian, ditambah lagi lokasi Embassy cukup jauh dan memakan waktu serta butuh ongkos juga kan ke sana.

Setelah melalui pertimbangan efektifitas maka dipilihlah pengurusan lewat jasa agent wisata. Dengan harga 610.000 (pengurusan asli 544.000), saya tidak usah cuti, tetap dapat uang harian kerja, tidak perlu buang-buang ongkos dan waktu 🙂

Berikut ini saya lampirkan persyaratan visa dari mereka:
HARGA IDR 610.000
PROSES : 7-8 Hari Kerja (tergantung Kedutaan)

Persyaratan Dokumen:

  1. Passport asli minimal masa berlaku 6 (enam) bulan dihitung dari tanggal tiba di tujuan disertai Passport lama bila ada
  2. Pas Foto warna (4 x 6) 2 lembar yang terbaru berlatar belakang warna putih [kalau dari keterangan formnya 3,5cm x 4,5cm]
  3. Bukti keuangan berupa rekening koran atau print tabungan di bank dan dilegalisir oleh bank (berbentuk seperti rekening koran) , bukan print buku tabungan [Rek.koran saya print sendiri dari Internet Banking karena memang Commonwealth sistemnya bisa print sendiri. Tinggal bawa dan minta legalisir stempel saja ke petugas ybs]
  4. Referensi Bank asli dari bank bersangkutan [Pengurusan ke bank, minta dibuatkan surat referensi untuk keperluan Visa ke Korea Selatan, nanti kita tinggal isi form dan bayar biaya pembuatannya. Kalau di Commonwealth saya biayanya 50.000 + materai 6.000. Untunglah surat bisa langsung jadi hari itu juga. Urus pagi, ambilnya sore.]
  5. Surat Sponsor asli di atas Kop Surat [Surat sponsor itu yang ada format keterangan the expense will be furnished by..]
  6. Surat Keterangan Kerja dengan Kop Surat yang mencantumkan masa kerja, jabatan, alamat dan no telp perusahaan (Bila diperlukan) [sedangkan surat keterangan kerja hanya informasi seperti nama, jabatan, dll]
  7. Dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan pemohon seperti Slip Gaji atau ID Card (Bila diminta oleh kedutaan) [saya melampirkan FC ID Card]
  8. Fotocopy S.I.U.P.P untuk pemilik
  9. Fotocopy K.K (Kartu Keluarga) & KTP [Untuk yang masa berlaku E-KTP yang sudah expired tidak perlu khawatir karena dari embassy sudah tahu perihal E-KTP seumur hidup]
  10. Fotocopy Akte Nikah
  11. Fotocopy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, serta surat keterangan pelajar
  12. Fotocopy Akte Lahir Anak
  13. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  14. Fotocopy SPT (PPH 21) [belum punya SPT, maka harus bikin surat keterangan bermaterai bahwa tidak memiliki SPT. Atau solusi lainnya adalah dengan menggunakan SPT anggota keluarga sebagai sponsor, otomatis point nomor.5 nanti disponsori oleh anggota keluarga ybs ini dan menyertakan FC bukti keuangan ybs juga]
  15. Menginformasikan telp Rumah, Kantor dan HP
  16. Bagi yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua atau istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami
  17. Print Out Tiket
  18. Bookingan Hotel
  19. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Memang cukup banyak yang harus disiapkan. Pelan-pelan saja sambil dicicil, sambil disusun rapi berdasarkan urutan. Jadi nggak bingung. Untuk formnya bisa disendiri lumayan banyak karena harus mengisi 5 lembar. Bandingkan dengan form dulu di tahun 2014 yang lebih simple. Intip detail seputar visa Korea.

Sedikit tips pengisian form:

  1. Personal Details: Jika tidak punya surname strip saja. Hari gini nggak punya surname, beginilah diriku..
  2. National Identity Number : nomor KTP.
  3. Bagian dua tidak diisi.
  4. Di passport information karena pasporku biasa, aku mah bukan siapa-siapa atuh.. berarti regular, selebihnya isi sesuai dengan detail yang ada di paspor.
  5. Di bagian Contact, Marital Status, Education, Employment sepertinya sudah jelas semua.
  6. Nah sponsor di sini diisi jika memang kamu diundang dan disponsorin biayanya oleh si invitor dari Korea.
  7. Details of Visit sudah jelas ya. Bolak-balik paspor nih dan cari negara-negara mana saja yang sudah kamu kunjungi selama 5 tahun terakhir.
  8. Funding details anggap saja sehari bisa menghabiskan standard 100USD dan cantumkan juga siapa yang bayarin expenses, contohnya myself, father,daughter, sister, anyone lah.. Type of support waktu itu kita isinya “financially” sih, aku sempat isi juga “accomodation and any other expenses during the vacation.” Kayaknya nggak gitu krusial juga.

Semua di print dalam A4 tanpa perlu dipotong-potong kecil (untuk form ada keterangan agar menggunakan kertas A4 80 gram).

Apply 3 Maret 2017 dan karena dokumen semua sudah diurutkan dengan rapi, jadi tidak ada yang kurang. Tanda terima pun dibuat. Setelah jadi, akan dihubungi oleh Antavaya. Namun 10 hari kemudian dihubungi dan ditanyakan perihal SPT Natalia. Karena dari kantor belum ikut SPT (baru rencana saja), saya memang tidak mencantumkan bukti di nomor 14. Namun, saya memang mengaku biaya akan ditanggung kakak saya dan SPT kakak dan rekeningnya sudah lengkap. Jadi dari Antavaya sepertinya membuatkan surat keterangan tidak punya SPT dan diurus kembali ke embassy. Menjelang akhir Bulan Maret, pas di tanggal 31 Maret barulah kami ke Antavaya dan syukurlah semua visa sudah keluar. Walaupun memakan waktu lama ya jadinya dari 3 Maret ke 31 Maret. Makanya bagi yang mau urus-urus mending dari jauh-jauh hari seperti saya, biar nggak deg-degan mepet. Kalau visa sudah beres, jadi sudah bisa urus ini itu persiapan lainnya.

_________________________________________________________________

Update: Pengalaman berikutnya apply visa multiple Korea. Jadi syaratnya kamu sudah pernah 2x ke Korea selama 5 tahun terakhir. Untung deh simple ya.

Untuk syarat pengurusan visa kadang bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk lebih jelasnya bisa mengacu ke web resmi. Nah di sini linknya nih.

Biaya multiple visa 1.224.000 dan untuk persayaratannya agak sedikit berbeda dari tahun 2017 kemarin. Soal fotokopi paspor poin nomor 2 di bawah ini.

Syarat terbaru:

syaratvisakr.jpg

Selain syarat di atas, aku melengkapi dengan bookingan tiket, hotel, dan itinerary juga. Nggak dibalikin sama petugas di loket sih. Mereka akan cek kelengkapan berkas lalu nanti akan memberikan tanda terima. Kalau untuk multiple visa Korea biasanya jadi dalam 1 hari. Pengajuan aplikasi jam 09.00 -11.30. Sedangkan pengambilan paspor jam 14.00-16.00.

Kamu bisa cek status aplikasi kamu di link ini. Pilih diplomatic, input nomor paspor, input nama, input tanggal lahir, dan voila!

search

[Drama Review] Reply 1988 / Answer Me 1988


reply-1988

Drama: Reply 1988
Revised romanization: Eungdabhara 1988
Hangul: 응답하라 1988
Director: Shin Won-Ho
Writer: Lee Woo-Jung
Network: tvN
Episodes: 20
Release Date: November 6, 2015 – January 16, 2016
Runtime: Fri & Sat 19:50
Language: Korean
Country: South Korea

Kembali melanjutkan kesuksesan Reply series, kali ini hadir reply 1988. Tahun kelahiran sayaaa..

Di sebuah kompleks di Ssangmun-dong, ada Duk-Sun (Hyeri), Jung-Hwan (Ryoo Joon-Yeol), Sun-Woo (Ko Gyung-Pyo), Dong-Ryong (Lee Dong-Hwi), dan Taek (Park Bo-Gum) berteman satu kompleks rumah, dari sejak kecil sampai sekarang berusia 18 tahun.

Menggambarkan kisah persahabatan dan kekeluargaan, drama ini juga masih menyajikan tema ‘misteri suami’ yang sudah tidak asing bagi penggemar serial Reply. Secara keseluruhan, mastermind Reply series masih memiliki ciri khas yang memikat penonton setia. Walaupun di awal banyak yang meragukan pemilihan Hyeri sebagai lead female, tapi keraguan itu pupus setelah melihat Hyeri membawakan karakter Duk Sun. Selain Hye Ri, Ryoo Joon Yeol juga naik daun. Oh ya, kalau di Reply 1988 ini, cast 2015 dibawakan oleh aktor dan aktris senior. Jadi sudah bukan cast muda lagi seperti di serial terdahulu karena umur mereka kan sudah tua. Park Bo Gum sendiri sudah kita kenal dari drama-drama terdahulunya.

Clue-clue mystery husband memang sering mislead, menjebak, dan sebagainya. Ya.. setiap kandidat boleh punya shipper masing-masing. Siap-siap patah hati saja saat OTP tidak berlayar. Sama seperti ketika mengetahui identitas Kim Jae Joon di Reply 1994.

Yang saya suka dari drama ini adalah kisah persahabatan dan kekeluargaan yang lebih kental. Banyak hal lucu dan mengharukan. Durasi Reply 1988 yang panjang tidak membuat saya bosan seperti waktu menonton Reply 1994.

Overall, drama yang wajib ditonton karena cerita kekeluargaan dan persahabatannya sangat kental! Bagi yang belum nonton seri sebelumnya dan bertanya-tanya mengapa seri ini bisa begitu booming, coba nonton sendiri.. Kisah anti mainstream ala cinderella dan chaebol kaya sudah terlalu membosankan. Kisah slice of life yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan kisah nostalgia seperti inilah yang bisa menjadi pilihan tontonan yang menarik.

Update:
Setelah drama selesai, akhir kisahnya ini banyak menjadi bahan pembicaraan di antara para netizen. Saya tidak akan spoiler di sini. Tapi yang jelas, bagi OTP yang gagal berlayar, Anda satu tim dengan saya.

 

[Drama Review] The Village: Achiara’s Secret


 

The_Village-_Achiara's_Secret-p1

Drama: The Village: Achiara’s Secret (literal title)
Revised romanization: Maeul: Achiaraui Bimil
Hangul: 마을-아치아라의 비밀
Director: Lee Yong-Seok
Writer: Do Hyun-Jung
Network: SBS
Episodes: 16
Release Date: October 7 – December 3, 2015
Runtime: Wed. & Thu. 21:55

So Yoon (Moon Geun Yong) tumbuh besar di Canada. Sejak kecelakaan mobil yang menewaskan anggota keluarganya, ia diasuh oleh sang nenek. Tapi sejak neneknya meninggal, So Yoon menemukan kejanggalan. Ia melihat ada artikel koran tentang kecelakaan serta sepucuk surat dari Achiara Village Korea yang disembunyikan neneknya.

So Yoon seolah terpanggil menuju Achiara sebagai guru SMP dan dari situlah ia memulai cerita misteri, mulai dari pencarian kakaknya yang ia yakini masih hidup, penemuan mayat mistrius di dekat danau Achiara, serial killer, sampai keluarga Seo dan seluruh warga Achiara yang seolah menyimpan rahasia. Sebagai pendatang baru, So Yoon sempat membuat geger desa itu karena menemukan mayat yang berusia 2 tahun. Setelah diidentifikasi, ternyata mayat itu adalah Kim Hye Jin (Jang Hee Jin), seorang wanita yang sendirian di Achiara sebagai guru lukis. Semasa hidupnya, Hye Jin diketahui punya affair dengan chairman Seo Chang Kwon (Jung Seong Mo) dan bahkan diketahui pernah bertengkar hebat dengan istri chairman Seo, yakni Yoon Ji Sook (Shin Eun Kyung).

Bersama dengan officer Woo Jae (Yook Sung Jae) dan sunbaenya berusaha mengidentifikasi dan menyelidiki kasus kematian Kim Hye Jin. Di saat itu pula, satu per satu misteri mulai terkuak. Semua orang di desa tampak mencurigakan seolah semua memiliki rahasia yang ingin mereka sembunyikan. Ditambah lagi dengan kasus serial killer yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir.

Apakah Kim Hye Jin merupakan korban serial killer? Ataukah ada hubungannya dengan kasus affairnya dengan chairman Seo? Mengapa semua orang di desa seolah menyembunyikan sesuatu? Contohnya Seo Gi Hyun (On Joo Wan) yang merupakan anak tiri Yoon Ji Sook yang mengaku tidak mengenal Kim Hye Jin, padahal jelas-jelas ibu tiri dan ayah kandungnya berselisih karena kasus affair dengan Kim Hye Jin. Atau Kang Joo Hee (Jang So Yeon), Nam Gun Woo (Park Eun Seok), atau Gyung Soon (Woo Hyun Joo) yang mengenal Kim Hye Jin namun selalu tampak menyimpan rahasia setiap kali ditanya mengenai Kim Hye Jin.

Kisah misteri semacam ini masih jarang diangkat ke dalam drama Korea. Senang saat mengetahui ada satu tontonan seru seperti ini. Awal mula, sempat teringat dengan God’s Gift 14 Days yang misterinya sangat seru untuk diikuti. Setiap episode diisi dengan misteri dan ketegangan mengenai pelaku kejahatan sebenarnya. Nah, kalau The Village ini menyajikan cerita dengan pace yang lebih santai dibanding God’s Gift. Yang menarik, saat konferensi pers, kita sudah diberikan informasi bahwa ada 3 hal yang tidak akan ada dalam drama ini:
1. Tidak ada yang tak bisa akting. Semua pemain terpilih sesuai kemampuan akting mereka.
2. Tidak ada romance story, jadi jangan berharap bisa nge-ship sana sini.
3. Di antara pemain, tidak ada yang tahu siapa pelaku sebenarnya.

Memang dramanya tidak bisa dibilang sempurna untuk drama misteri. Ada loose end atau bahkan menurut saja ada plot hole. Kadang beberapa clue muncul terlalu sederhana. Seperti clue happiness dan smiling corpse, atau clue kuku jari dari mimpi, dll. Tapi suka dengan tanda tanya yang muncul di sepanjang drama. Nikmatnya nonton drama seperti ini adalah misteri-misteri yang berputar bagai benang kusut. Setelah diajak berputar-putar, kesimpulan akhir saya: worth it buat ditonton. Jarang-jarang ada drama genre begini! Ahhh.. akhirnya di akhir tahun ada drama seru buat diikuti, selain Reply 1988. Sampai-sampai saya menulis review yang cukup panjang.

SPOILER ALERT!
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Di balik semua kasus dan misterinya, yang bikin miris adalah kisah hidup si Hye Jin. Lahir dari perkosaan, sempat dibuang dan dianggap monster sama ibu kandungnya, lagi-lagi dibuang sama nenek angkatnya, kena penyakit turunan bapak kandungnya, sampai-sampai hubungan dia sama Ji Sook hancur seperti itu. Seperti yang dibilang So Yoon kalo seandainya ada orang di samping Kim Hye Jin yang terus mensupport dia dalam segala kondisi (bagai Gi Hyun yang mensupport Ji Sook) maka hal ini mungkin tidak terjadi.
Lebih miris lagi saat kriminal sebenarnya, si lumber ajushi malah lepas dari tindakan kriminal dia. Padahal seingat saya, polisi pernah bilang kalo dia pernah memperkosa di Jeju 10 tahun lalu. Kan kasus itu bisa diangkat buat menjerat ajushi, tapi di ending malah nggak diceritain lagi. Trus plot hole paling jelas, si Noh yang jelas-jelas udah ditinggal pergi chairman Seo dan pegawainya. Dikasih obat tidur, trus ditinggal kedinginan di hutan. Masa endingnya dia hidup lagi dan mereka diceritakan bersekongkol. Kalo gitu mah, nggak usah ada adegan Noh dikasih obat tidur dan ditinggal pergi. Cukup skenario berita meninggal bohongan di koran saja. Kedua ajushi ini juga kebal hukum. Hufff..

[Movie Review] Veteran


Veteran

Movie: Veteran 베테랑
Director: Ryoo Seung-Wan
Writer: Ryoo Seung-Wan
Producer: Jo Sung-Min, Kang Hye-Jung
Cinematographer: Choi Young-Hwan
Release Date: August 5, 2015
Runtime: 123 min.
Genre: Action / Drama / Police / Award Winning
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea

Cerita dibuka dengan nuansa ringan saat detektif sedang melakukan penyamaran untuk menangkap sindikat penipuan jual beli mobil. Film dibuka dengan cerita selipan tersebut sebelum masuk ke inti cerita.

Seo Do Cheol adalah seorang detektif yang sedang mengejar Jo Tae Oh (Yoo Ah In) si konglomerat/chaebol kaya nan sombong dan memiliki catatan hitam yang selalu bisa ia tutupi dengan uang.

Suatu hari seorang supir truk kenalan Seo Do Cheol ditemukan dalam kondisi kritis setelah jatuh dari ketinggian di sebuah gedung. Bersama dengannya, ditemukan sms berisi pesan bunuh diri. Namun Seo Do Cheol mencurigai ada yang tidak beres dari semua ini. Kebetulan selidik punya selidik, sebelum insiden tersebut, sopir Bae sempat bertemu dengan Jo Tae Oh. Detektif Seo tidak mau tinggal diam, ia mulai menginvestigasi kejanggalan yang ada sampai ia yakin bahwa supir Bae tidaklah bunuh diri.

Ia mendatangi Jo Tae Oh untuk menginvestigasi kasus ini, tapi ya namanya konglomerat, tentunya untouchable. Sedangkan detektif Seo si unstoppable. Di saat posisinya dipertaruhkan, di saat kenyamanan keluarganya terusik, di saat iming-iming uang di depan mata, ia tetap mencari cara agar bisa menangkap Jo Tae Oh. Apapun tuduhannya, ia harus bisa menarik Jo Tae Oh ke dalam penjara. Bersama team leader Oh dan bantuan rekannya, Seo Do Cheol bertekad melawan Jo Tae Oh. Di saat bersamaan, director Choi muncul sebagai tameng alias kambing hitam atas tuduhan kepada Tae Oh.

Selamat Veteran yang berhasil menjajal Box Office. Apalagi sudah menjelang akhir tahun, entah apakah ada yang masih bisa mengejar Veteran sebagai film Korea terlaris di tahun 2015! Saya sendiri tertarik menonton film ini setelah mendengar review positifnya, sampai-sampai melebihi Assasination.

Yang menjadi daya tarik film ini adalah cast yang cocok dengan perannya masing-masing. Lihat saja Yoo Ah In yang sombong, atau Hwang Jung Min yang sudah veteran. Hal lain yang menghibur adalah selipan komedi-komedi yang membuat kita tersenyum lucu. Padahal sebenarnya ide cerita sudah biasa. Detektif vs orang berkuasa. Makanya agak kaget juga saat Veteran berhasil menjajal box office. Oh ya, tak lupa ada cameo juga yang ikut menghiasi layar lebar.

[Drama Review] Falling for Innocence


200px-Falling_For_Innocence

Title: 순정에 반하다 / Soonjunge Banhada
Genre: Romance
Episodes: 16
Broadcast network: JTBC
Broadcast period: 2015-Apr-03 to 2015-May-23
Air time: Friday & Saturday 21:45

Alasan utama nonton drama ini awalnya karena cast. Hihi.. Iseng-iseng nonton ternyata dari awal, drama ini memiliki cerita yang cukup menarik. Memang sebagai pembuka, drama yang oke di awal akan lebih menarik perhatian saya. Jika dari awal sudah malas-malasan, gimana akhirnya, ya kan?

Nah pembukaan drama ini cukup straight to the point dan konfliknya sudah terbentuk.

Detektif Ma Dong Wook dan Sekretaris Hermia, Kim Soon Jung adalah pasangan kekasih yang sudah punya rencana menikah. Bisa dibilang Detektif Ma adalah soulmate yang selalu menemani Soon Jung di kala suka dan duka. Seorang pria yang baik.

Sayangnya pasangan ini harus mendapat cobaan saat Perusaan Hermia mengalami masalah. Jun Hee adalah salah satu teman Dong Wook dan Soon Jung. Ia juga bekerja di Hermia. Pria ambisisus yang ingin meningkatkan derajatnya ini diam-diam juga menyukai Soon Jung.

Saat itu Hermia sedang gonjang-ganjing karena kedatangan Kang Min Ho yang ingin mengambil alih Hermia dari tangan paman jahatnya. Saat kecil, ternyata perusahaan ayah Kang Min Ho direbut sang paman. Dan orang kepercayaan (ayah Soon Jung) ikut terlibat dalam kasus ini.

Sekian tahun berlalu, Kang Min Ho datang untuk menghancurkan pamannya.

What a twist of destiny.. Kang Min Ho yang sudah divonis hanya punya waktu 1 bulan untuk hidup, akhirnya mendapat second chance untuk hidup lebih lama. Ia mendapat donor jantung dari Ma Dong Wook dan sejak itu ia menyukai Soon Jung. Sifatnya pun jadi berubah menyerupai Dong Wook. Dipercaya ada cell memory yang membuat Min Ho ikut merasakan apa yang dirasakan Dong Wook.

Oh ya, Ma Dong Wook sendiri dikisahkan tewas tertabrak dan kasusnya bukan hanya sekedar kebetulan. Melainkan dikaitkan dengan incident yang terjadi di pabrik Hermia.

Drama yang menarik menurut saya. Bagaimana karakter Min Ho yang karismatik dan kejam jadi berubah setelah operasi. Ada konyolnya, sedihnya, lucunya, dan seriusnya. Benar-benar hilang karismanya pas berubah model rambut hahaha.. Kisah Ma Dong Wook dan Soon Jung sempat membuat sedih dan haru. Setiap kali lagu 그럴때마다 – TOY .