Urus Visa Korea via Antavaya


Jika sebelumnya saya mengurus sendiri proses apply Visa Jepang, maka kali ini pengurusan Visa Korea menggunakan jasa Antavaya. Kenapa? Karena untuk pengurusan Visa membutuhkan waktu jadi harus cuti dan memotong jatah cuti kantor, serta sesuai dengan peraturan kantor maka bisa kehilangan cuti selama 2 hari (PP ke Embassy), plus dipotong uang harian, ditambah lagi lokasi Embassy cukup jauh dan memakan waktu serta butuh ongkos juga kan ke sana.

Setelah melalui pertimbangan efektifitas maka dipilihlah pengurusan lewat jasa agent wisata. Dengan harga 610.000 (pengurusan asli 544.000), saya tidak usah cuti, tetap dapat uang harian kerja, tidak perlu buang-buang ongkos dan waktu 🙂

Berikut ini saya lampirkan persyaratan visa dari mereka:
HARGA IDR 610.000
PROSES : 7-8 Hari Kerja (tergantung Kedutaan)

Persyaratan Dokumen:

  1. Passport asli minimal masa berlaku 6 (enam) bulan dihitung dari tanggal tiba di tujuan disertai Passport lama bila ada
  2. Pas Foto warna (4 x 6) 2 lembar yang terbaru berlatar belakang warna putih [kalau dari keterangan formnya 3,5cm x 4,5cm]
  3. Bukti keuangan berupa rekening koran atau print tabungan di bank dan dilegalisir oleh bank (berbentuk seperti rekening koran) , bukan print buku tabungan [Rek.koran saya print sendiri dari Internet Banking karena memang Commonwealth sistemnya bisa print sendiri. Tinggal bawa dan minta legalisir stempel saja ke petugas ybs]
  4. Referensi Bank asli dari bank bersangkutan [Pengurusan ke bank, minta dibuatkan surat referensi untuk keperluan Visa ke Korea Selatan, nanti kita tinggal isi form dan bayar biaya pembuatannya. Kalau di Commonwealth saya biayanya 50.000 + materai 6.000. Untunglah surat bisa langsung jadi hari itu juga. Urus pagi, ambilnya sore.]
  5. Surat Sponsor asli di atas Kop Surat [Surat sponsor itu yang ada format keterangan the expense will be furnished by..]
  6. Surat Keterangan Kerja dengan Kop Surat yang mencantumkan masa kerja, jabatan, alamat dan no telp perusahaan (Bila diperlukan) [sedangkan surat keterangan kerja hanya informasi seperti nama, jabatan, dll]
  7. Dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan pemohon seperti Slip Gaji atau ID Card (Bila diminta oleh kedutaan) [saya melampirkan FC ID Card]
  8. Fotocopy S.I.U.P.P untuk pemilik
  9. Fotocopy K.K (Kartu Keluarga) & KTP [Untuk yang masa berlaku E-KTP yang sudah expired tidak perlu khawatir karena dari embassy sudah tahu perihal E-KTP seumur hidup]
  10. Fotocopy Akte Nikah
  11. Fotocopy Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa, serta surat keterangan pelajar
  12. Fotocopy Akte Lahir Anak
  13. Fotocopy Surat Ganti Nama (Jika ada)
  14. Fotocopy SPT (PPH 21) [belum punya SPT, maka harus bikin surat keterangan bermaterai bahwa tidak memiliki SPT. Atau solusi lainnya adalah dengan menggunakan SPT anggota keluarga sebagai sponsor, otomatis point nomor.5 nanti disponsori oleh anggota keluarga ybs ini dan menyertakan FC bukti keuangan ybs juga]
  15. Menginformasikan telp Rumah, Kantor dan HP
  16. Bagi yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari orang tua atau istri yang bepergian sendiri harus ada surat ijin dari suami
  17. Print Out Tiket
  18. Bookingan Hotel
  19. Copy semua paspor yang ada stamp dan visa

Memang cukup banyak yang harus disiapkan. Pelan-pelan saja sambil dicicil, sambil disusun rapi berdasarkan urutan. Jadi nggak bingung. Untuk formnya bisa disendiri lumayan banyak karena harus mengisi 5 lembar. Bandingkan dengan form dulu di tahun 2014 yang lebih simple. Intip detail seputar visa Korea.

Sedikit tips pengisian form:

  1. Personal Details: Jika tidak punya surname strip saja. Hari gini nggak punya surname, beginilah diriku..
  2. National Identity Number : nomor KTP.
  3. Bagian dua tidak diisi.
  4. Di passport information karena pasporku biasa, aku mah bukan siapa-siapa atuh.. berarti regular, selebihnya isi sesuai dengan detail yang ada di paspor.
  5. Di bagian Contact, Marital Status, Education, Employment sepertinya sudah jelas semua.
  6. Nah sponsor di sini diisi jika memang kamu diundang dan disponsorin biayanya oleh si invitor dari Korea.
  7. Details of Visit sudah jelas ya. Bolak-balik paspor nih dan cari negara-negara mana saja yang sudah kamu kunjungi selama 5 tahun terakhir.
  8. Funding details anggap saja sehari bisa menghabiskan standard 100USD dan cantumkan juga siapa yang bayarin expenses, contohnya myself, father,daughter, sister, anyone lah.. Type of support waktu itu kita isinya “financially” sih, aku sempat isi juga “accomodation and any other expenses during the vacation.” Kayaknya nggak gitu krusial juga.

Semua di print dalam A4 tanpa perlu dipotong-potong kecil (untuk form ada keterangan agar menggunakan kertas A4 80 gram).

Apply 3 Maret 2017 dan karena dokumen semua sudah diurutkan dengan rapi, jadi tidak ada yang kurang. Tanda terima pun dibuat. Setelah jadi, akan dihubungi oleh Antavaya. Namun 10 hari kemudian dihubungi dan ditanyakan perihal SPT Natalia. Karena dari kantor belum ikut SPT (baru rencana saja), saya memang tidak mencantumkan bukti di nomor 14. Namun, saya memang mengaku biaya akan ditanggung kakak saya dan SPT kakak dan rekeningnya sudah lengkap. Jadi dari Antavaya sepertinya membuatkan surat keterangan tidak punya SPT dan diurus kembali ke embassy. Menjelang akhir Bulan Maret, pas di tanggal 31 Maret barulah kami ke Antavaya dan syukurlah semua visa sudah keluar. Walaupun memakan waktu lama ya jadinya dari 3 Maret ke 31 Maret. Makanya bagi yang mau urus-urus mending dari jauh-jauh hari seperti saya, biar nggak deg-degan mepet. Kalau visa sudah beres, jadi sudah bisa urus ini itu persiapan lainnya.

 

Advertisements

Pengalaman Mengurus Visa Jepang


Kali ini mau berbagi pengalaman saat membuat visa Jepang minggu lalu.

Untuk pengguna E-Paspor memang sudah ada kebijakan bebas visa dengan melakukan registrasi. Namun, pemilik paspor biasa seperti saya masih tetap harus mengurus pengajuan visa seperti biasa. Saya akan berangkat 7 minggu lagi.

Berhubung lokasi embassy Jepang berada di dekat Bundaran HI / Plaza Indonesia. Pasti yang pernah wara-wiri di daerah sana, bisa menemukan gedung dubes ini dengan mudah.

Saya pergi ke embassy naik busway. Pilih jurusan yang ke Blok M. Berhubung Halte Bundaran HI sudah tidak ada, maka kita bisa turun di Sarinah atau Tosari ICBC. Menurut pengalaman jalan kaki saya, rasanya dari Halte Sarinah lebih dekat daripada dari Tosari ICBC. Cukup berjalan lewat trotoar, tanpa melewati Bundaran HI. Atau kalau capek/mengejar waktu, kita bisa saja turun di Tosari ICBC dan lanjut Kopaja 19 ke arah embassy.

Berikut jadwal operasional untuk pengurusan visa:
Hari Senin – Jumat, (kecuali pada hari libur nasional dan libur Kedutaan)
Pengajuan Permohonan Visa : pk. 08:30 – 12:00
Pengambilan Paspor : pk. 13:30 – 15:00

Hal pertama adalah tukarkan KTP dengan visitor’s card, lalu lewati pintu pertama, kita akan disambut scanning security. Melewati pintu selanjutnya, kita sudah bisa melihat pintu kaca menuju ruang tunggu pengajuan Visa Jepang. Masuk saja ke pintu tersebut dan ambil nomor antrian di mesin A untuk pengurusan visa.

Di dalam ruangan, ada 5 loket, untuk pengurusan visa pribadi ada 2 loket. Yakni loket nomor 2 dan 3. Setelah ambil nomor antrian, silakan duduk dan menunggu tiba giliran.

Saya sendiri tiba sekitar Pk.08.40. Nomor antrian 23. Tidak terlalu lama saya menunggu, akhirnya giliran saya tiba. Memang prosesnya cepat sekali. Saya diminta menyerahkan dokumen (tanpa perlu map, dkk) Cukup dokumen yang sudah dijepit pakai penjepit kertas saja. Urutannya harus sesuai petunjuk di web ya! Oh ya, cek alamat di KTP kamu dan pastikan wilayah Yuridikasinya sesuai ya. Jangan sampai domisili Bali tapi pengajuan di Jakarta.

Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa:

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram.
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
    Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan

Proses yang memakan waktu adalah persiapan semua dokumen di atas. Hehe.. Agak rempong karena saya harus mengurus 4 orang anggota keluarga. Mulai dari fotokopi, menyusun itinerary, print tiket dan bukti booking hotel, sampai mengisi form, dan pengajuan visa mereka. Oh ya, kalau mau mengajukan visa untuk orang lain, bisa lho diwakilkan asalkan membawa dokumen bukti hubungan keluarga seperti fotokopi KK atau surat lahir.

Berikut dokumen dari saya:

  1. Paspor masa berlaku min. 6 bulan
  2. Formulir visa (download dari web) yang rada membingungkan karena sempat baca-baca untuk pengisian “none” jika tidak ada jawaban. Saya sendiri menggunakan “none” pada pertanyaan yang saya jawab tidak ada. Misalnya guarantor atau inviter. Sedangkan kalau nama saya surname dan nickname saya kasih strip saja. Sedangkan foto ukurannya 4.5 x 4.5 cm BG putih, wajah jelas, tempelkan di form.
  3. Fotokopi KTP maupun semua dokumennya dalam A4 biar rapi.
  4. Tidak ada
  5. Bukti pemesanan tiket Air Asia yang dibeli pas lagi ada promo. Berangkatnya ke Tokyo dan pulang dari Osaka. Harganya PP sekitar 5.1 juta.
  6. Jadwal perjalanan (itinerary mengikuti form yang dapat didownload dari web)> Itinerarynya simple saja, tuliskan mulai tanggal berangkat sampai kembali ke Indonesia ya. Saya sendiri berencana mengunjungi Tokyo, Osaka, Kyoto dalam waktu 1 minggu, itinerary sederhana saja misalnya ke tempat wisata umum: Harajuku, Shinjuku, Shibuya, Kawagoe (day trip), Disneyland, Gion, Osaka Castle, dll. Sertakan juga bookingan tempat menginap. Saya menginap menggunakan jasa Airbnb.
  7. Saya menyertakan fotocopy Akte Lahir dan Kartu Keluarga karena mewakili anggota keluarga saya yang lain. Rada deg-degan soalnya KK nya masih pakai KK daerah.
  8. Saya menyertakan fotokopi rekening tabungan cover dan mutasi rekening dari internet banking. Plus surat keterangan kerja supaya memperkuat.

Saat pergi ke dubes, saya juga membawa cadangan fotokopi surat-surat, pulpen, lem, buat jaga-jaga saja. Jadi jika ada yang kurang, bisa langsung diurus tanpa perlu bolak-balik datang lagi.

Ternyata di Hari-H, petugas memeriksa dokumen saya dengan sangat cepat. Tak sampai 5 menit sudah selesai. Padahal saya baru selesai mengisi form/bukti pengambilan paspor. Eh.. Bapak yang bertugas sudah selesai memeriksa kelengkapan dokumen. Tidak ada revisi. Hanya saja bukti tiket, itinerary, dan bookingan hotel dikembalikan ke saya. Sepertinya cukup 1 copyan saja karena mewakili 1 keluarga.

Sayapun bertanya apakah dokumennya sudah lengkap semua. Bapak yang bertugas menyatakan untuk sekarang sudah memenuhi tapi jika nanti dicek oleh bagian visanya dan mereka butuh dokumen tambahan maka mereka akan menelepon saya. Jika tidak ada telepon dalam waktu 4 hari kerja, silakan langsung datang lagi ya di jam pengambilan paspor dan bawa uang pas.

Sesuai dengan waktu 4 hari kerja, sayapun kembali ke sana pada jam 13.45. Sesampainya di sana sudah ramai sekali. Bahkan hanya ada beberapa kursi kosong. Antrian saya nomor 252. Sedangkan yang sedang dipanggil adalah nomor 185. Jadi saya duduk sambil menunggu selama 1 jam lebih. Akhirnya giliran saya tiba. Saya memberikan bukti pengambilan paspor dan tadaa.. visa sudah tertempel di paspor. Saya membayar dengan uang pas dan mendapat kuitansi pembayaran.

2015-08-11-21-27-07_deco_resized

Begitulah proses pengajuan visa ke Jepang versi saya!