Lombok yang Penuh Perjuangan


Perjalanan kali ini butuh perjuangan, dengan cobaan.

Berawal dari pemesanan Lion Air 4 orang rute Jakarta Lombok 20 Februari 2015 JT654 jam 05.00 dimundurkan jadi JT656 jam 09.05. Dari pemindahan jadwal tersebut pun sebenarnya saya sudah rugi waktu sebanyak 4 jam. Saya akan bepergian ke Lombok untuk liburan. Namun, tidak masalah lah, bisa dimengerti. Kami pun mengubah schedule dan ‘mengorbankan’ beberapa tujuan wisata terhapus dari daftar itinerary kami.

19 Februari 2015 Kami mencoba menghubungi call center Lion Air dan mendapat kekecewaan.

Ternyata berita delay Lion Air muncul di TV dan parahnya sampai tanggal 19 Februari 2015 malam pun delay semakin menjadi-jadi tanpa ada penjelasan SAMA SEKALI dari Lion Air. Ketika call center Lion Air kami hubungi, mereka tidak bisa memberikan jawaban apapun. TANPA KEJELASAN, kami pun kebingungan. Kalau memang tidak bisa, ya dikasih tahu donk biar kami bisa cancel flight dan mencari pesawat lain. Di dalam kebingungan dan ketidakpastian kami sebenarnya mau cancel penerbangan Lion dan memesan tiket maskapai Garuda. Namun dari pihak call center Lion Air menyatakan bahwa jika kami cancel maka biaya akan terpotong 80% dan yang kembali hanya 20%. Padahal yang salah dalam kasus long delay ini kan Lion Air. Tapi lagi-lagi konsumen tidak diberikan pilihan. Konsumen hanya bisa memilih kehilangan 80% biaya tiket atau menunggu ketidakpastian flight (dua-duanya pilihan yang MERUGIKAN).

Alhasil, kami berharap agar penerbangan besok 20 Februari 2015 bisa normal. Dengan ketidakpastian, kami pun pasrah. Kami pun beranjak tidur, mengingat hari sudah hampir tengah malam mengurusi Lion Air. Besok paginya kami berangkat lebih awal gara-gara KETIDAKPASTIAN dari Lion Air.

20 Februari 2015, terminal 3 Soetta.

Kondisi di dalam terminal, nampak sekelompok penumpang yang menjadi korban Lion Air. Di check in counter tidak nampak satupun petugas Lion Air, termasuk di depan gate ruang tunggu bahkan tidak ada pemeriksaan scan dan loket Lion Air tutup. Penerbangan domestik Air Asia (sesama terminal 3) ikut terkena imbas.

Melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan dari petugas Lion Air, antara kepanikan dan stress kami membooking pesawat lain yang berangkat di siang hari. Kamipun harus repot berpindah ke terminal 1C. Sungguh perjalanan ke Lombok yang sulit 😦

Gara-gara itu, selain rugi tiket, kami harus stress, panik, bingung, rugi waktu, rugi biaya tur, rugi hotel, kerepotan menyusun itinerary, tempat wisata yang harusnya bisa kami kunjungi alhasil gagal total, dll. Saat di Lombok pun, karena kacaunya jadwal penerbangan, berimbas secara keseluruhan pada jadwal liburan di Lombok. Kami harus mengeluarkan banyak biaya ekstra seperti harus mencharter boat akibat keterlambatan schedule. Semua imbas dari kasus Lion Air ini.

Saya sangat menyayangkan, seandainya saja dari Lion Air memberikan statement dari awal, tidak menggantungkan nasib penumpang. Kompensasi Rp. 300.000 dari Lion Air itu tidak ada artinya dibanding kerugian yang kami alami. Liburan kali ini pun jadi tidak menyenangkan lagi. Thanks Lion Air for ruining our mood, our schedule, our vacation. Oh ya, penggantian dananya pun masih harus menunggu sangat lama hingga 2 bulan. Itupun kalau lancar, nah kalau tidak lancar? Siapa lagi yang repot? Konsumen.

Dan sampai sekarang sepertinya belum ada tindakan tegas atas kasus ini. Nampaknya peristiwa ini akan dilupakan begitu saja seiring berjalannya waktu.

***

Loncat ke Lombok

airport

Thanks to Citilink, kami bisa tiba di Bandar Udara Internasional Lombok – Praya (setelah transit di Juanda Surabaya). Akhirnyaaaa cita-cita dari dulu mau ke Lombok, kesampaian juga. Kami sudah memesan rental mobil. Driver sudah menunggu di luar. Tiba di sana, karena jadwal yang sudah maghrib tidak memungkinkan kami pergi ke Gili Trawangan via Bangsal. Padahal itinerary hari pertama kami seharusnya bisa ke sana dari siang hari. Hari pertama pun berlalu begitu saja hanya diisi dengan kegiatan di Mataram seperti makan malam dan mampir di toko.

hotel bumi aditya

Menginap di Hotel Bumi Aditya daerah Senggigi (250.000/malam AC, include breakfast). Dari pinggir jalan sudah terlihat papan besar bertuliskan Bumi Aditya. 100 meter memasuki gang kecil yang kurang penerangan. Pemandangan halaman lumayan bagus, tapi kamarnya tidak terlalu bersih. Lantainya terasa agak kurang nyaman diinjak, sebaiknya Anda membawa sandal dalam ruangan. Sarung bantalnya pun tercium aroma yang kurang menyenangkan.

Tidak terlalu masalah karena kami hanya menginap 1 malam di sana. Sepanjang malam kami harus terus memantau kasus Lion Air 😦 ckckk..

Esok paginya pk.07.30 kami sudah checkout dan menuju ke Pelabuhan Tawun untuk hopping island ke Gili Nganggu, Sudak, dan Kedis. (Rencana awal sebenarnya kami berangkat dari Bangsal ke pantai-pantai di Lombok Selatan). Di Gili Nanggu acara snorkeling dan foto-foto, makan siang di Gili Sudak, dan foto-foto sebentar di Gili Kedis yang mungil.

CYMERA_20150221_220812

foto1

Pk.14.00 kami sudah kembali ke Pelabuhan Tawun, sempat hujan angin juga 😦 ternyata pas di jalanan banyak pohon tumbang 😮

Pk. 16.40 kami tiba di Pelabuhan Bangsal. Ternyata di sana public boatnya sudah tutup karena angin kencang tadi. Alhasil atas saran driver kami pindah lokasi dan menyewa speedboat, 15 menit menuju ke Gili Trawangan.

gilit

Sampai di sana sudah sore. Sebelum gelap, kami berfoto-foto dahulu baru makan malam.

Di Gili Trawangan, kami menginap di Le Pirate. Dapat dicapai 20 menitan dengan cidomo (Rp.100.000). Sayang sekali sudah malam, sehingga kami tidak bisa menikmati pemandangan secara maksimal huhu.. itinerary yang kacau akibat flight lagi-lagi membuat hati ini kecewa.

le le2 le3

lepirate room

Overall sebenarnya menyenangkan menginap di sini (Rp.500.000/malam) Hotelnya bersih. Walaupun tanpa AC, kipas angin cukuplah untuk ruangan kecil seperti beach box.

Hari ketiga, Pk.08.00 kami sudah berada di Pelabuhan Jeti untuk speedboat, ngaret sebentar menunggu jemputan. Akhirnya tiba juga.. Kamipun langsung menuju ke bandara. Mood yang sudah drop serta waktu yang agak mepet, sehingga kami tidak menyempatkan lagi mampir kemana-mana 😦 Kami tiba di bandara Pk.10.30 dan langsung checkin lalu mengurus cancelation di loket ticketing.

Perjalanan yang melelahkan secara mental. Banyaknya daftar tempat yang tidak bisa dikunjungi. Hanya bisa menghela napas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s