Why Kpop


Pagi ini saya baru saja membaca artikel mengenal Kpop. Belakangan ini memang Kpop sangat ramai diperbincangkan, mulai dari orang yang benar-benar tahu dan mengerti sampai yang hanya sekedarnya saja ikut-ikutan trend.  Di Indonesia sendiri demam Kpop sudah bisa dibilang cukup tinggi, apalagi dengan munculnya girl dan boy bands ala-ala Korea.

Saya pribadi suka Kpop sudah sejak lama, jauhh sebelum hingar bingar Kpop di negeri kita. Saat itu masih jaman-jamannya drama Korea yang nontonnya pake VCD (belum DVD) 😛

Bisa dibilang sudah 10 tahun. Masih ingat lagu favorit saya kala itu, Sweet Dreams nya Jang Na Ra. Dan kala itu pun sudah ada majalah yang membahas Korea dari sisi dunia hiburan. Cuma sekarang entah bagaimana nasib majalah tersebut.

Jika dibandingkan dengan sekarang, dulu mencari info tentang negeri seberang ini cukup sulit. Masih ingat perjuangan saya dulu browsing berjam-jam hanya untuk mencari info kecil, yang mungkin kalau sekarang dicari, hanya membutuhkan beberapa menit, karena lengkapnya berita di jaman sekarang ini. Apalagi banyak web-web khusus yang Korea fan based.

Mengapa Kpop? Mengapa Korea?

Alasan saya pribadi, saya suka dengan lagu easy listening. Kalau masalah penampilan itu adalah hal yang subjektif tergantung penilaian dan selera pribadi. Saya pribadi bahkan sering jatuh cinta pada lagunya dulu tanpa tahu siapa yang menyanyikan lagu tersebut. Sebut saja 2NE1, I love all of their songs before I knew them. And when I knew them, I love them even more, they’re unique 🙂 Di luar fenomena oplas, “orang Korea itufashionista..” setidaknya itulah yang dikatakan teman saya ketika dia kuliah di China, dia mendapat image orang Jepang dan Korea memang trendy.  Orang Korea adalah orang yang perfeksionis (> fakta yang sering saya baca di berbagai artikel) dan memang saya akui, para idol yang memiliki banyak fans tersebut bukanlah idol instant yang hanya training 2-3 bulan lalu bisa debut. Mereka telah menjalani masa training bertahun-tahun untuk bisa seperti sekarang. Bahkan tak jarang pula yang harus gagal walaupun sudah berlatih keras. Selama training mereka digembleng habis-habisan, mulai dari vokal, koreo, menulis lagu dll.  Jadi tidak heran saat mereka debut, kemampuan mereka sudah bagus.  Lihat saja G-Dragon yang sudah banyak sekali menulis lagu di usianya yang masih seumuran saya! 😀

Di luar musik, industri tv dan film Korea tentu sudah dikenal pula, bahkan dari jaman drama Korea yang sedih sampai sekarang yang cenderung ringan dan lucu, digemari banyak orang. Kalau dari segi filmnya, saya sendiri kadang lebih suka yang bergenre drama mystery atau sesuatu yang lebih berat, karena dari drama tv sudah ringan dan lucu. Hal yang saya suka dari filmnya adalah keberadaan twist yang sering muncul di akhir film tanpa memaksakan jalan cerita menjadi hal yang menarik. Lihat saja Mother atau The Secret. 

Tak heran, jika banyak industri lainnya memanfaatkan kemajuan industri hiburan tersebut untuk promosi seperti industri kosmetik atau pariwisata mereka.

Banyaknya demam Korea yang hanya karena ikut-ikutan trend, kadang membuat miris, semua ikut-ikutan bergaya ala idols dan sampai cenderung plagiat.

Well, industri musik mereka yang semakin hari semakin matang nampaknya masih akan berumur panjang. Jangan heran melihat idol yang muda-muda ya di saat kita makin tua.  Di luar semua itu, ada 1 kecenderungan bahwa tidak semuanya bisa sukses dalam industri hiburan ini, hanya yang punya daya tarik/daya jual lebih lah yang bisa menanjak menuju kesuksesan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s